Wednesday 01 February 2023
spot_img

Ini Tiga Alasan Tertinggi Mengapa Makin Banyak Cewek Open BO di Makassar

ALASAN – “Disakiti pacar saat SMA. Dia menodai saya saat acara perpisahan usai lulus,” kata Ratih, nama samaran, yang beroperasi BO di sekitar Panakkukang. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Aktivitas open BO alias melacurkan diri via online, baik melalui aplikasi maupun media sosial yang dilakukan oleh sebagian wanita di Makassar, punya latarbelakang alasan yang kuat.

Dari penelusuran celebesterkini.com, para wanita ini menjadikan berbagai hal sebagai alasan pembenar. Namun dari alasan-alasan itu, rupanya ada tiga faktor paling berpengaruh sehingga mereka terpaksa terjun ke dunia hitam itu. “Disakiti pacar saat SMA. Dia menodai saya saat acara perpisahan usai lulus,” kata Ratih, nama samaran, yang beroperasi BO di sekitar Panakkukang.

Selain masalah disakiti pacar, persoalan lain adalah masalah klasik yaitu himpitan ekonomi dan juga karena kesepian.

Mudahnya akses terhadap para wanita tersebut, membuat para pelanggan mereka semakin banyak. Tapi, sebenarnya apa hal yang melandasi, seorang wanita sampai rela menjual tubuhnya sendiri hanya demi beberapa ratus ribu rupiah saja?

  1. Himpitan Ekonomi

Faktor ekonomi menjadi penyebab paling utama, yang membuat seorang wanita terpaksa mengambil jalan sebagai seorang pemuas nafsu birahi.

Banyak wanita yang gagal bersaing dalam dunia kerja, hidup di garis kemiskinan, kurang pendidikan, hingga beban menghidupi diri sendiri dan keluarga, yang membuatnya terpaksa harus melakukan pekerjaan haram tersebut.

  1. Kesepian

Dalam beberapa studi, kesepian dan tak memiliki pasangan juga berpengaruh besar pada keputusan seorang wanita menjadi pelacur. Kebutuhan akan seks, terkadang tak tersalurkan.

Akhirnya, sebagian wanita terpaksa memenuhi hasratnya dengan cara menjajakan seks, di samping mengambil keuntungan di balik pekerjaan tersebut.

  1. Dijebak dan Terlanjur Hilang Keperawanan

Penjualan orang atau human trafficking turut menjadi sebab besar, banyaknya perempuan yang berakhir menjadi pekerja seks komersial. Mereka dijebak, diiming-imingi pekerjaan baik, namun justru malah dijual kepada lelaki hidung belang.

Kemudian, ada wanita yang terlanjur kehilangan keperawanannya, misalnya dalam menjalin hubungan asmara dengan lelaki. Namun, hubungan itu berakhir di pernikahan. Akhirnya si wanita terpaksa menjual jasa layanan seks karena merasa sudah tercemplung dalam kehinaan. Sungguh kasihan. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru