Tuesday 27 September 2022
spot_img

Ingat, Panti Pijat dan Karaoke Tutup Sementara

  • TUTUP – Walikota Makassar Ramdhan Pomanto melanjutkan kebijakan pembatasan jam malam. Hingga tanggal 23 Maret 2021, aktivitas hanya bisa sampai pukul 22.00 malam. (IST)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melanjutkan kebijakan pembatasan aktivitas warga untuk memutus rantai penyebaran COVID19.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 443-01/99/S.Edar/Kesbangpol/III/2021 tertanggal 9 Maret 2021. Dalam edaran itu, fasilitas umum seperti warkop, cafe, rumah makan dan restoran wajib tutup maksimal pukul 22.00 malam. Sementara khusus untuk pusat perbelanjaan seperti mall hanya bisa buka hingga maksimal pukul 21.00 malam. Kebijakan itu berbatas waktu hingga 23 Maret 2021.

Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga menegaskan agar semua tempat hiburan seperti panti pijat, karaoke, diskotik, club malam dan semua kegiatan penunjangnya tutup total dalam rentan 13 – 16 Maret 2021. “Untuk menghormati perayaan Nyepi,” kata PLT Kepala Kesbangpol Makassar, Ahmad Namsun, yang merilis edaran itu.

Kebijakan ini sedikit berbeda dengan rencana awal Dani Pamanto yang akan meniadakan jam malam. “Pokoknya, setelah kita meluncurkan program Makasssar Recover, aturan (jam malam) itu tidak akan ada lagi. Kita akan ganti dengan penerapan protokol baru,” kata Danny Pomanto, Kamis (4/3/2021), pekan lalu.

Menurut Danny, aturan jam malam yang selama ini diterapkan tidak efektif, pengawasan di lapangan juga tidak maksimal. Terkesan aturan itu hanya di atas kertas saja. “Dan kenyataannya, aturan seperti itu hanya merugikan pelaku usaha tertentu,” katanya.

Menurut Danny, Pemkot Makassar dibawah kendali dirinya dan Wakil Walikota, Fatmawati Rusdi, akan memberlakukan sistem baru yang lebih efektif. Penerapan protokol kesehatan (Prokes) akan diterapkan secara ketat di tempat-tempat keramaian dan akan tetap diawasi. “Ini sistem baru kita di Makassar. Tidak ada lagi operasional jam operasional. Tapi ingat, pengawasan kami juga tidak batasan waktu. Kita akan awasi terus pelaku usaha dan aktivitas masyarakat ditempat-tempat keramaian. Kalau ada yang melanggar, sanksinya juga ada, sampai penutupan usaha akan dilakukan bagi pengelola yang melanggar, ”jelasnya. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru