Saturday 10 December 2022
spot_img

IAS Full Dg. Ical, Pengamat Katakan Bisa Mengubah Peta Pertempuran

Foto: Ilham Arief Sirajuddin saat ikut memberikan sambutan dalam acara yang digagas relawan Dg. Ical di Biringkanaya, Kamis malam.

MAKASSAR, CELEBESTERKINI –
Tela teki tentang kemana dukungan mantan Walikota Makassar 2004 – 2014, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Piwali Makassar, mulai terkuak.

Jika sebelumnya sikap IAS masih dianggap mengambang karena banyaknya figur disisinya yang mendekati parpol seperti istri, anak dan keponakannya, maka kini sudah mulai jelas.

Saat menghadiri acara Doa Bersama Anak Yatim D’bolana Sport Centre, Biringkanaya, Kamis (23/01), IAS secara tegas memilih mantan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal sebagai tambatan hatinya.

“Banyak yang selalu bertanya sama saya, dimana posisinya IAS pada Pilkada 2020 ini, jadi malam ini saya bilangmi, kalau IAS sudah hadir disini malam ini akan bersama berjuang dengan kita semua dengan Dg. Ical,” katanya saat didaulat memberi sambutan.

Ilham mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini merupakan langkah awal. Karena, bila anak yatim dan dhuafa sudah turut mendoakan, maka dimudahkan untuk kedepannya.

“Saya rasa ini adalah momentum yang sangat baik untuk kita bersama bahwa kedepannya akan semakin dekat waktu pemilihan maka semakin besar pula tantangannya”, tutupnya.
Sontak pernyataan tokoh politik senior itu, disambut baik oleh massa simpatisan Dg Ical.

Menanggapi sikap IAS itu, Direktur Lembaga Bantuan Teknis dan Manajemen Pemilu, Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menyatakan bahwa sikap itu akan mengubah banyak hal terutama konstalasi dan peta pertempuran Pilwali. “Jelas sekali itu akan mengubah banyak hal dan terutama peta dukungan suara. Tak bisa dipungkiri IAS dengan segala pengaruhnya masih memiliki jaringan yang kuat di tingkat grass root,” katanya.

Jaringan rapi dan militan adalah modal besar dalam kontestasi perebutan suara seperti pilwali. “Jaringan rapi dan militan itu dimiliki IAS di Makassar. Ia memeliharanya bukan secara instan seperti banyak figur lain yang tiba-tiba hadir membentuk tim, tetapi IAS membentuk mereka selama bertahun-tahun jauh sebelum figur lain munculnya. Loyalisnya masih banyak di seantero Makassar dan tinggal dipicu semangat juangnya agar mereka bangkit kembali,” tambahnya.

Nurmal lebih jauh menyatakan bahwa dukungan IAS kepada Dg Ical adalah darah baru bagi figur bertagline good people ini. “IAS dan Dg Ical dalam beberapa riset kami selalu diidentikkan sama. Dianggap sama sama bertipikal sombere dan dekat dengan rakyat. Jadi pemilih menginginkan keduanya saling mendukung. Jadi kloplah, kondisi itu belum tentu jika IAS memberikan dukungan kepada figur lain,” tukasnya. (mg2/mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru