Sunday 25 September 2022
spot_img

Hanya Punya HP Jadul, Sopir Angkot Makassar Bingung Jika Beli Pertalite Pakai Aplikasi

APLIKASI MyPERTAMINA – Ujicoba pelaksanaan kebijakan tersebut sudah dimulai pada, Jumat, 1 Juli 2022, besok, pada sejumlah daerah yang telah ditentukan. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Pemerintah telah merancang pengaturan subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Salah satunya dengan mewajibkan pembelian BBM di SPBU dengan menggunakan aplikasi, MyPertamina.

Ujicoba pelaksanaan kebijakan tersebut sudah dimulai pada, Jumat, 1 Juli 2022, besok, pada sejumlah daerah yang telah ditentukan. Namun, kebijakan itu bakal membuat sejumlah pengendara kebingungan. Seperti halnya sopir angkot alias pete-pete di Kota Makassar. Terutama karena aplikasi itu hanya bisa diakses dengan smartphone.

Sahridi (47), sopir angkot jurusan Makassar Mall – Daya, khawatir jika kebijakan itu diterapkan di Makassar. Pasalnya, ia mengaku hanya punya handphone (Hp) jaman dulu (jadul) yang tentu tak bisa mengunduh aplikasi. “Bagaimana mi caranya, hp ku begini ji,” katanya sambil memperlihatkan hp model lama kepada CELEBESTERKINI.com, di area Makassar Mall, Rabu, 29 Juni 2022, sore.

Di tempat yang sama, Tarmin (44), sopir angkot jurusan Makassar Mall – Sungguminasa, meminta Pertamina punya cara lain agar pengendara seperti sopir angkot tak perlu pakai aplikasi ketika ke SPBU. “Harus ada acara lain pak. Karena setahu saya tak semua sopir punya hp bagus,” katanya. Ia bahkan bercanda bahwa cara paling gampang adalah memberikan hp baru ke semua sopir angkot. “Paling bagus kalau diganti hp baru seperti smartphone,” ujarnya tertawa.

Namun Pertamina sudah punya antisipasi terkait kondisi itu. Ternyata, yang tak punya aplikasi MyPertamina dan tak paham cara mendaftar di website subsiditepat.mypertamina.id tetap bisa lakukan pembelian Pertalite.

Pertamina bakal menyediakan gerai pendaftaran di SPBU bagi yang tidak memiliki aplikasi MyPertamina.

Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. “Nanti akan ada klinik (gerai) di SPBU-SPBU tertentu untuk mendaftar. Iya (nanti masyarakat yang enggak punya aplikasi) bisa dibantu di klinik SPBU yang ditetapkan,” ujarnya mengutip Kompas.com.

Ia mengatakan penerapan penggunaan aplikasi MyPertamina saat beli Pertalite dan Solar akan diuji coba di 11 daerah di 5 provinsi.

Daerah tersebut di antaranya yaitu Padang Panjang, Kabupaten Agam, Bandung, Sukabumi, Banjarmasin, Yogyakarta, dan Manado.

Meskipun begitu, masyarakat masih diperbolehkan membeli Pertalite dan Solar dengan uang tunai alias cash.

Namun pembayaran tunai ini untuk daerah yang infrastrukturnya masih minim.

Maka dari itu, infrastruktur yang mumpuni menjadi pertimbangan pemilihan daerah untuk uji coba MyPertamina. “Bebeberapa pertimbangan di antaranya karakteristik lokasi yang dekat dengan daerah tambang atau industri, pertimbangan infrastruktur, angkutan atau transportasi umum, dan juga kesiapan daerahnya,” ujarnya.

Untuk pembayaran beli BBM Pertalite maupun Solar hanya menunjukkan QR Codenya sebagai tanda telah terdaftar di situs MyPertamina. “Pembelian tidak harus pakai aplikasi. Pembelian tidak harus pakai HP, bisa saja menunjukkan QR Codenya. Ini tahapan awal,” kata dia.

Untuk mendaftar pada situs tersebut, masyarakat dapat mengakses website subsiditepat.mypertamina.id dan siapkan dokumen yang dibutuhkan.

Antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung.

Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat untuk melakukan konfirmasi ‘daftar sekarang’.

Jika menerima notifikasi adanya kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, masyarakat bisa mencoba kembali melakukan pengisian data kendaraan dan identitasnya sesuai rekomendasi kekurangan yang ada.

Pertamina menyampaikan untuk kemudahan dan mengantisipasi kendala di lapangan, selain diakses dengan aplikasi MyPertamina, QR Code yang diterima juga bisa dicetak dan dibawa fisiknya ke SPBU ketika ingin melakukan pengisian Pertalite dan Solar.

Nantinya, QR Code tersebut kemudian akan dicocokan datanya oleh operator SPBU. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru