Home / Kesehatan

Sabtu, 25 Januari 2020 - 00:09 WIB

Gawat, Muhammadiyah Haramkan Vape

CELEBESTERKINI – Kepopuleran e-cigarette atau yang lebih dikenal rokok elektrik alias vape, kini mendapat hadangan.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok jenis ini. Apa alasannya?
“Merokok e-cigarette termasuk kategori perbuatan mengonsumsi khabā’iṡ (merusak/membahayakan),” demikian bunyi keterangan tertulis Majelis Tarjih dan Tarjid PP Muhammadiyah, yang dikutip detikcom, Jumat (24/1/2020).

Fatwa ini dikeluarkan Muhammadiyah dalam rangka program regulasi Kawasan Tanpa Rokok. Larangan ini dikeluarkan dalam putusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah pada 14 Januari lalu.

“Tren penggunaan vape yang begitu mengkawatirkan di mana anak anak dan remaja mulai menjadi perokok vape yang demikian mengkawatirkan ini kemudian mendorong Majelis Tarjih PP Muhammadiyah kembali mengambil tindakan yang cepat untuk mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan Fatwa terkait larangan Rokok elektonik atau sering disebut vape,” tuturnya.

Ada delapan poin yang menjadi alasan Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram vape. Majelis Tarjih dan Tarjid PP Muhammadiyah pun menyertakan dalil hadis dan juga alasan kesehatan. Berikut daftar lengkapnya:
a. Merokok e-cigarette termasuk kategori perbuatan mengonsumsi khabā’iṡ (merusak/membahayakan).
b. Perbuatan merokok e-cigarette mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara cepat atau lambat sesuai dengan Q.S. al-Baqarah (2: 195) Q.S. an-Nisa’ (4: 29).
c. Perbuatan merokok e-cigarette membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap e-cigarette sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi.
d. e-cigarette sebagaimana rokok konvensional diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan, tetapi dampak buruk e-cigarette dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
e. Berdasarkan logika qiyās aulāwi keharaman e-cigarette lebih kuat dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal ini karena: (1) penggunaan e-cigarette tidak lebih aman dibandingkan dengan penggunaan rokok konvensional sesuai fakta ilmiah yang menunjukkan tidak ada satu pun pihak medis yang menyatakannya aman dari bahaya (Lampiran B. Poin 3,4, dan 5); (2) merokok e-cigarette dalam jangka waktu yang lama akan menumpuk jumlah nikotin dalam tubuh (Lampiran B. Poin 6 dan 9); (3) ditemukan zat karsinogen dalam e-cigarette (4) e-cigarette juga telah terbukti disalahgunakan untuk mengonsumsi narkoba.
Pembelanjaan e-cigarette merupakan perbuatan tabżīr (pemborosan) sebagaimana diisyaratkan dalam Q.S. al-Isra (17: 26-27).

g. Merokok e-cigarette bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqāṣid asy-syarī’ah), yaitu (1) perlindungan agama (ḥifẓ ad-dīn), (2) perlindungan jiwa/raga (ḥifẓ an-nafs), (3) perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql), (4) perlindungan keluarga (ḥifẓ an-nasl), dan (5) perlindungan harta (ḥifẓ al-māl).
h. Merokok e-cigarette bertentangan dengan prinsip-prinsip kesempurnaan Islam, Iman dan Ihsan. (dtc/mg2)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gelombang Pemudik Mulai Berdatangan, Dua Daerah Ini Belum Punya Persiapan Khusus

Kesehatan

Alhamdulillah, Obat Peredam Corona Diperoleh. RI Beli 5 Juta Biji

Kesehatan

Kadis Tata Ruang Makassar Berpulang, Sang Penyabar Itu Telah Pergi

Daerah

Bukan Lockdown, Begini Cara Parepare Bentengi Warganya dari COVID 19

Kesehatan

Bercintalah Dua Kali Sepekan, Itu Baik Bagi Jantung

Kesehatan

Beda Jokowi dan Pj Walikota Makassar. Larang Menteri Melayat ke Solo karena Physical Distancing

Kesehatan

Ginjalmu Dalam Masalah, Jangan Abaikan Tanda Ini

Kesehatan

Perutmu Kosong, Jangan Dulu Minum Kopi