Wednesday 01 February 2023
spot_img

Digitalisasi Keuangan Pemkab Lutra, Jaringan Lemot Jadi Tantangan

  • BNI SMART – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, bertemu dengan pimpinan BNI Palopo. Pemkab Lutra merancang program digitaliasi dalam pemerintahannya. (LUTRAKAB)

CELEBESTERKINI.com, Masamba – Pemkab Luwu Utara (Lutra) bersama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) memulai upaya untuk melakukan digitalisasi sistem keuangan daerah ini. Namun, jaringan yang lemot alias lambat menjadi tantangan terbesarnya. Jaringan data selama ini memang belum bisa dianggap stabil di daerah ini termasuk di ibukota kabupaten, Kota Masamba.

BNI sendiri melalui Cabang Palopo sudah menawarkan sebuah program digitalisasi keuangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara. Program ini adalah bagian dari BNI Smart City untuk Indonesia yang lebih baik. “Kami datang bersilatirahmi dengan ibu Bupati sekaligus memperkenalkan program digitalisasi keuangan kepada beliau,” kata Kepala Cabang BNI Palopo, Iqzal Anwar, saat melakukan presentasi terkait program tersebut di hadapan Bupati Indah Putri Indriani, Selasa (6/4/2021), di Ruang Command Center Kantor Bupati.

Iqzal berharap, Pemda Lutra bisa ikut mengambil peran dalam penyelenggaraan digitalisasi keuangan daerah. “Kami harap Luwu Utara bisa berkontribusi dalam mendigitalisasikan pengelolaan keuangannya,” harapnya. Gayung pun bersambut. Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani pada kesempatan itu menyambut baik dan mengapresiasi apa yang ditawarkan BNI tersebut. “Kami mengapresiasi apa yang kita lakukan hari ini, karena ini adalah salah satu upaya kita untuk lebih mengefektifkan pengelolaan keuangan daerah kita,” sebut Indah.

Menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sistem digitalisasi keuangan tersebut. Salah satu di antaranya adalah efesiensi anggaran. “Mau tidak mau, siap tidak siap, Kita harus mau melakukan penyesuaian agar kita tidak ketinggalan dari daerah lain. Jadi, yang sudah bisa kita lakukan digitalisasi, segera lakukan digitalisasi,” tegas dia. Ia pun meminta seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk ikut mengambil bagian dalam program ini. “Saya berharap ada contoh baik, salah satunya dari Dinas P2KUKM. Di mana UMKM yang menjadi binaan kita sudah bisa mulai melakukan ini. Jadi, transaksinya sudah bisa dilakukan secara digitalisasi,” imbuhnya.

Dalam situs BNI, program ini sendiri adalah upaya BNI untuk turut mendukung penerapan smart city pada program Gerakan Menuju 100 Smart City melalui elektronifikasi transaksi keuangan yang dapat memberikan kemudahan bagi pemerintah kota/kabupaten dalam pengelolaan keuangan.

BNI siap mendukung pemerintah kota/kabupaten dengan memberikan kemudahan layanan dan solusi transaksi non tunai (cashless), jaringan dan channel BNI yang luas, serta solusi pengelolaanuntuk belanja dan penerimaan pendapatan daerah.

Solusi yang dapat BNI berikan bagi pemerintah kota/kabupaten antara lain: Solusi Pembayaran/Belanja Daerah (Internet Banking Corporate atau BNIDirect, SP2D Online, dan Virtual Account Debit), Solusi Penerimaan (e-PBB, e-PDAM, e-PAD, e-Samsat, dan e-Retribusi) serta BNI Market Place yang membantu pemerintah kota/kabupaten dalam mempromosikan pariwisata daerah dan produk-produk UMKM dan memasarkan secara online, dan penyediaan uang elektronik (BNI Tapcash & YAP) bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan transaksi non tunai atau cashless society. (*/mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru