Saturday 10 December 2022
spot_img

Dengan Mata Berkaca-Kaca, Bupati Ini Nyatakan Daerahnya Zona Merah

FOTO: Bupati Sinjai, Haji Andi Seto Asapa ketika mengumumkan wilayahnya masuk dalam zona merah COVID19 menyusul ditemukannya tujuh warganya yang terpapar virus itu, Jumat (1/5/2020). (humaspemkab)




CELEBESTERKINI.com, Sinjai – Terkecoh dan sangat tak diduga. Seperti itulah suasana hati Bupati Sinjai Haji Andi Seto Asapa ketika memastikan bahwa ada tujuh warganya yang dinyatakan terpapar COVID19, Jumat (1/5/2020).

Berbicara dengan didampingi Wabup Sinjai, Hj Andi Kartini Ottong, pada press conference gugus tugas penanganan Covid-19 di Hotel Sinjai, Jumat siang, mata Seto berkaca-kaca. Ia seperti tak menduga kecepatan Corona menyerang wilayahnya. Padahal bersama aparat pemerintah di wilayahnya ia sudah membangun berbagai benteng pencegah. “Terdapat tujuh kasus corona, enam diantaranya warga Sinjai yang baru kembali dari Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur dua pekan lalu,” katanya.

Andi Seto mengaku tak menduga karena ke enam orang yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) tersebut pada 16 April 2020 masuk ke Sulsel melalui bandara internasional Sultan Hasanuddin telah dilakukan pemeriksaan rapid test.

Dari pemeriksaan rapid test itu, ada beberapa orang dari asal yang sama (Ponpes) dinyatakan positif, namun keenam orang tersebut dinyatakan negatif sehingga diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan ke Sinjai. “Sudah di rapid test di Makassar tapi negatif dan kebijakan Provinsi dilepaskan untuk melanjutkan perjalanan”, ujarnya.

Setelah sampai di Sinjai, kembali dilakukan rapid test. Delapan hari kemudian keluar hasil bahwa dua dari enam orang tersebut positif. Tidak sampai disitu, petugas kembali melakukan tes swab untuk memastikan rapid test sebelumnya lalu dikirim ke Provinsi dan hasilnya mengejutkan. “Enam hari setelahnya kita ambil swabnya lalu dikirim ke provinsi dan hasilnya keluar kalau keenamnya positif,” sambungnya.

Sementara satu diantaranya, yang diketahui asal Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone yang berdomisili di Makassar sebelumnya telah memeriksakan diri ke Bone tapi belum puas sehingga dengan sukarela datang ke RSUD untuk diperiksa.

Apalagi saat itu, lanjut salah satu Bupati termuda di Sulsel ini, memang ada gejala seperti demam tinggi dan flu. Dan akhirnya di rawat di RSUD dengan status Pasien dalam pengawasan (PDP). “Jadi ini kasus dari luar yang terbawa ke Kabupaten Sinjai atau biasanya disebut case from outside,” jelasnya.

Kini Kabupaten Sinjai beralih status dari Hijau menjadi Zona Merah, menyusul temuan kasus corona tersebut. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru