Monday 26 September 2022
spot_img

Danny Bilang Bansos Makassar Berkurang, Risma: Bukan Berkurang tapi Data Diperbaiki

  • DATA – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan data penerima Bansos di Kota Makassar tak berkurang. Pihaknya hanya melakukan perbaikan data penerima. (FOTO:IST)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Walikota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyatakan jatah penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Kota Makassar berkurang signifikan.

Dalam keterangannya kepada media, Kamis, 25 Maret 2021, DP bahkan harus meminta maaf kepada warga Makassar atas kondisi itu. “Teman-teman sekalian, saya dapat info dari Plt Dinas Sosial hanya sekitar 11.025, ternyata input data dari Dinsos ke server Kemensos bandwidth cuma 11 ribu,” katanya

Dengan begitu, sebanyak 35 ribu warga kurang mampu tidak akan menerima hak mereka lagi sepanjang 2021. Oleh karena itu, Danny menyampaikan permohonan maaf. “Mohon maaf kepada masyarakat Kota Makassar, penerima manfaat 45 ribu berkurang 35 ribu orang,” jelas Danny.

Beberapa jam kemudian usai DP memberi keterangan, Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma angkat bicara terkait penerima bantuan sosial (bansos) di Makassar berkurang 35 ribu orang. Risma menegaskan tidak ada yang hilang. “Sebenarnya data bansos itu kita kembalikan ke daerah. Jadi silakan dimasukkan, kami berikan waktu sampai Sabtu jam 11 malam. Jadi daerah semua memasukkan semua ke kami. Silakan kalau mau memasukkan lagi,” kata Risma kepada wartawan, di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/3/2021), seperi dikutip dari detik.com.

Risma mengatakan berkurangnya penerima bansos di Makassar bukan dikarenakan adanya bansos yang hilang. Dia menyebut itu dikarenakan ada data yang tidak padan antara data bansos dengan data penduduk sehingga bisa berpotensi double. “Karena sebenarnya nggak ada yang hilang. Itu karena memang tidak padan dengan data pendudukan atau double kami kan tidak bisa memberikan. Ya kan nggak bisa kita jumlahnya saja, tapi penerima harus benar. Silakan kalau mau ajukan baru, karena kami masih ada jutaan yang masuk,” ucapnya.

Risma mengatakan pihaknya tidak akan menerima adanya data satu NIK yang dipakai untuk beberapa orang. Karena itu, kata dia, pihak Kemensos harus merapikan data itu sebelum mendistribusiikan bansos. “Berkali-kali kami dikritik data, jadi kami tidak bida satu NIK dipakai sekian orang jadi harus sepadan dengan data kependudukan. Itu kan otomatis karena, memang ga bisa. Kemarin ada nik yang dipake 9 orang, saya harus rapikan data itu. Seperti itu,” ujarnya. (dtc-sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru