Saturday 10 December 2022
spot_img

Cerita Uang Baru dan Kurang Hitung Rp 1,6 Juta dari Ajudan NA

KPK MENUNJUKKAN DUIT SUAP UNTUK NA – Ajudan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, Muhammad Salman Natsir, menceritakan momen saat dirinya diperintahkan mengambil uang Rp 1 miliar dari kontraktor. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Ajudan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, Muhammad Salman Natsir, membongkar habis semua perintah NA kepada dirinya terkait gratifikasi dan suap berbagai proyek infrastruktur di Sulsel.

Ia menceritakan momen saat dirinya diperintahkan mengambil uang Rp 1 miliar dari kontraktor. Uang itu diterimanya di salah satu apartemen di Kota Makassar melalui mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel Sari Pudjiastuti. Hal ini terungkap dalam sidang terdakwa pemberi suap ke Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (3/6/2021), seperti dikutip dari Detikcom

Awalnya, Jaksa KPK bertanya kepada Salman soal koper berisi uang Rp 1 miliar yang diterimanya dari Sari. “Jadi terima koper itu yang isinya uang?,” tanya jaksa KPK kepada Salman.

Salman lantas membenarkan pertanyaan Jaksa KPK itu, bahwa dia memang menerima koper berisi uang Rp 1 miliar. “Siap, diperintahkan, Pak, sama Nurdin Abdullah,” jawab Salman.

Jaksa lalu meminta Salman menceritakan secara detail momen diperintahkan Nurdin Abdullah hingga bergerak menuju salah satu parkiran apartemen di Makassar untuk menerima uang.

Salman mengungkapkan, suatu hari dia menerima pesan WhatsApp dari Nurdin Abdullah. Isi pesan itu, Salman diminta menghadap ke rumah pribadi Nurdin di Perumahan Dosen (Perdos) Unhas, Tamlanrea, Makassar. “Dan sekitar pukul 07.30 Wita saya tiba di sana, saya ketemu beliau terus diperintahkan ambil titipan (uang) sama ibu Sari. Terus saya hubungi Ibu Sari lewat Telegram, karena beliau (Ibu Sari) posisinya ada di Hotel Rinra, beliau saya jemput,” kata Salman.

Setelah bertemu dengan Sari di Hotel Rinra, Salman mengantar Sari ke Apartemen Vida View. Setiba di lokasi, Salman melihat Sari menelepon seseorang, yang tak lama kemudian seseorang tersebut datang dan memasukkan koper berisi uang ke dalam mobilnya. “Kami berada di parkiran saja sambil menunggu, saya tidak tahu Bu sari menelepon siapa. Tidak lama kemudian ada mobil hitam yang datang kemudian memindahkan koper itu ke mobil saya,” ujar Salman. Kepada jaksa, Salman mengaku tidak mengetahui siapa orang itu.

Setelah mendengar pertanyaan jaksa dan jawaban dari Salman, Hakim lantas bertanya kepada Salman kemana uang Rp 1 miliar titipan Nurdin Abdullah itu diantarkan. Salman menjawab, dari Apartemen Vida View, Makassar dia terlebih dahulu mengantarkan Sari kembali ke Hotel Rinra, dan selanjutnya mengantarkan uang Rp 1 miliar itu ke salah satu bank BUMN. “(Dari Apartemen Vida View menerima uang) Mengantarkan Ibu Sari ke Hotel Rinra. Habis itu langsung ke Bank Mandiri di Panakkukang,” kata Salman.

“Karena perintah awal dari Bapak Nurdin untuk ketemu Bu Sari (di Apartemen Vida View), kemudian titipan saya dibawa ke Bank,” lanjutnya.

Di Bank Mandiri, Salman menyerahkan uang dalam koper senilai Rp 1 miliar kepada kepala cabang bernama Ardi. “Saya sampaikan (ke Pak Ardi) ini ada titipan dari Pak Gubernur,” kata Salman. “Responsnya Pak Ardi langsung mengambil titipan itu,” imbuhnya.

Kepala Cabang Bank atas nama Ardi itu lantas mengantar uang dalam koper itu kepada teller untuk dihitung. Sementara Salman menunggu di ruangan Ardi.

Ternyata, uang yang disebut Rp 1 miliar di dalam koper jumlahnya kurang Rp 1,6 juta. Atas perintah Sari, Salman lalu memberikan kekurangan uang Rp 1,6 juta itu kepada bank.

Tak hanya meminta Salman menyerahkan uang Rp 1 miliar ke Bank Mandiri, di hari yang sama Nurdin Abdullah juga memerintahkan Salman untuk menarik uang Rp 800 juta di Bank Mandiri. Anehnya, NA kata Salman meminta semua uang yang ditarik itu harus uang baru. Salman tak mengetahui mengapa NA meminta khusus uang baru. (dtc/sah)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru