Saturday 10 December 2022
spot_img

Catat, MUI Sulsel Minta tak Ada Shalat Jumat Hari Ini

FOTO: Himbauan MUI Sulsel tentang pelaksanaan Shalat Jumat. (Istimewa)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengimbau umat Islam di Sulsel agar meniadakan sementara ibadah salat Jumat hari ini dan pekan depan, dengan alasan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Umat Islam di Sulsel dianjurkan melaksanakan salat zuhur di rumah masing-masing sebagai pengganti salat Jumat. 

Sekertaris Umum MUI Sulsel Prof HM Gholib menyebutkan, imbauan MUI ini merupakan hasil rapat pengurus harian MUI Sulsel yang dipimpin Ketua MUI Sulsel ‘Anregurutta’ Sanusi Baco sebagai bentuk tindakan pencegahan dan kehati-hatian di tengah mewabahnya Covid-19 di Sulsel. Surat imbauan ini telah disebar di seluruh anggota MUI se-Sulsel dan sejumlah masjid-masjid di Sulsel. “Hal ini merupakan sikap para ulama untuk ikut menjaga keselamatan dan kesehatan umat Islam. Imbauan ini sebagai langkah antisipatif, pandangan kita: mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ujar Gholib, seperti dilansir detik, Jumat (20/3/2020).

Menurut Gholib, sesuai anjuran pemerintah, untuk menghindari kontak fisik antar manusia selama 14 hari, maka MUI Sulsel menganjurkan tidak melakukan salat Jumat di masjid hari ini dan Jumat berikutnya.

Guru Besar UIN Alauddin ini juga menambahkan, apabila kondisi penularan Covid-19 dianggap mulai menurun oleh pihak yang berkompeten dan memiliki otoritas, maka umat Islam di Sulsel bisa melaksanakan salat berjamaah di masjid dengan tetap menjaga jarak aman antar jamaah dan menghindari salaman dengan jamaah lainnya.

Gholib menambahkan, MUI Sulsel juga mengimbau masyarakat di Sulsel agar selalu menjadikan pemerintah sebagai sumber rujukan utama terkait informasi Covid-19, agar tidak terpapar informasi dan berita-berita hoax yang menyesatkan. “Kami juga berharap umat Islam tetap menjaga kebersihan lingkungannya, memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad, beristigfar, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaannya pada Allah SWT,” ujar Gholib.

Hal serupa sebelumnya juga dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah penularan virus corona. Selain salat Jumat, kegiatan kebaktian dan misa di Jakarta ditunda 2 pekan. Begitu pun dengan kegiatan Nyepi yang ditiadakan jika dalam keramaian. (dtc/mg3)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru