Saturday 10 December 2022
spot_img

Catat, Hanya Status Ini yang Diizinkan ke Soppeng

FOTO: Aktivitas petugas jaga perbatasan di Kawasan Bulu Dua Soppeng. (berita kota)




CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Kabupaten Soppeng mengumumkan akan menutup perbatasannya, mulai Senin, 11 Mei 2020, pukul 00.00 WITA.

Kabupaten di jazirah tengah Sulsel ini, memilih menerapkan kunci perbatasan untuk memutus rantai COVID19 . Kebijakan itu ditempuh setelah dipastikan 5 orang warganya yang terpapar COVID19 adalah Imported Case alias kasus kiriman dari daerah luar.

Pemkab Soppeng mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan tentang aturan berkunjung ke kabupaten Soppeng. Menurut Kepala BPBD Sopppeng, Sahrani, juknis itu nanti akan mengatur siapa yang bisa dan tak bisa melintas ke Soppeng. “Ya, benar. Kami akan mengeluarkan petunjuk teknis itu dengan harapan bisa diketahui masyarakat luas. Tapi masih draft dan akan kita bahas, tetapi mungkin seperti itu isinya,” kata Sahrani ketika dikonformasi, Kamis (7/5/2020), saat celebesterkini mengirimkan sebuah draft juknis.

Bagi pelintas perbatasan, petugas akan langsung melakukan screening di lima titik perbatasan. Jika tak memenuhi syarat melintas maka ada dua pilihan bagi mereka. “Silahkan kembali ke daerah asal atau menjalani karantina 14 hari di lokasi yang telah kami siapkan,” lanjut Sahrani.

Namun tak semua pelintas akan menjalani aturan itu. Ada beberapa pelintas yang akan diizinkan masuk. Diantaranya:

  1. Urusan Dinas bagi Instansi Pemerintah dan Organisasi lainnya
    yang dibuktikan dengan Surat Tugas atau Surat Keterangan
    perjalanan.
  2. Penyaluran distribusi bantuan, bahan pangan dan kebutuhan
    pokok yang dibuktikan dengan pemeriksaan barang muatan dan/
    atau dokumen pengiriman barang. Barang-barang dimaksud yaitu:
    bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas, sembako, ternak, hasil bumi, pupuk, bibit/benih, peralatan kesehatan, bahan
    bangunan/konstruksi dengan ketentuan penumpang untuk
    kendaraan roda empat maksimal 2 orang (1 orang supir dan 1
    orang pembantu supir).
  3. Keadaan darurat, yaitu mengunjungi atau mengantar keluarga
    yang sakit atau meninggal. Sakit yang dimaksud adalah sakit
    parah/kronis secara klinis yang dibuktikan dengan menghubungi
    kontak keluarga yang akan dituju.
  4. Kegiatan operasional perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Sarana dan prasarana publik dimaksud yaitu: perbaikan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi, jaringan listrik dan sarana publik lainnya yang dibuktikan dengan Surat Tugas/ Surat Keterangan.
  5. Perlintasan ke daerah lain yang melalui wilayah Kabupaten Soppeng dengan memberikan keterangan lengkap mengenai tujuan akhir dan rute yang akan dilewati untuk memudahkan pemantauan.
    (Mg2)
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru