Saturday 10 December 2022
spot_img

Cafe Keadilan, Nuansa Baru Ditengah Dahaga Hukum

FOTO: Abdul Rasyid (kanan) saat melayani pengunjung Cafe Keadilan berkonsultasi masalah hukum. (istimewa)


CELEBESTERKINI – Abdul Rasyid, SH, MH, adalah tipikal pemuda yang melawan zaman. Punya talenta hukum yang kuat, jaringan menasional dan jejak rekam yang bagus, tapi ia malah keluar dari zona nyaman dan mencoba menantang kemapaman. Dengan semua kemampuannya itu, pilihannya mendirikan kantor hukum di daerah menjadi unik dan berani.

Jika ingin membuktikannya datanglah ketempat ‘mangkal’ nya yang sederhana di Cafe Keadilan, Salotungo, Kota Watansoppeng.

Sebagai alumnus Fakultas Hukum Unhas dan mantan komisioner di KPU dan Bawaslu, Rasyid – begitu ia disapa – punya kelebihan dalam jejaring hingga nasional. Jika ingin berkiprah sebagai penasehat hukum maka jejaring adalah kunci utamanya. Ia berpeluang untuk menjadi advokat yang mentereng dengan berkiprah di Makassar atau di Jakarta sekalian. Penghasilannya pasti akan jauh lebih besar. “Tapi dimana pun bumi dipijak persoalan hukum selalu ada. Maka, ini kesempatan saya membangun daerah saya tercinta ini dengan menjadi penasehat hukum di Soppeng ini,” katanya.

Komitmennya itu membuat ia kadang melupakan persoalan materi ketika dihadapkan pada sebuah kasus yang dialami orang tak punya kemampuan finansial. “Kita hidup tak semata bukan persoalan materi, tetapi lebih dari itu tanggungjawab hidup sebagai manusia yang dianugerahi Allah kemampuan hukum. Itu saya gunakan untuk menolong sesama,” kata mantan Ketua KPU Soppeng.

Hal itulah yang membuat dia menyulap kantor hukumnya menjadi sebuah kedai kopi berlabel Cafe Keadilan. “Ini cara saya membuat sebuah kantor hukum tak lagi terkesan sulit dijangkau oleh orang lemah. Dengan adanya kedai kopi di sini, membuat mereka yang membutuhkan bantuan hukum lebih mudah datang dan lebih rileks menyampaikan persoalan hukumnya,” tambahnya. Apalagi, pada pedesaan rata-rata warga sangat buta persoalan hukum. Maka, kehadiran Cefe Keadilan tak ubahnya menjadi pelepas ‘dahaga’ hukum warga Soppeng.

Di Cafe Keadilan warga bisa datang dan berdiskusi dengan Rasyid. Jika Rasyid tak ada maka akan ada anggota timnya yang lain akan membantu. “Konsultasi hukumnya gratis,” katanya pendek. Posisi Cafe Keadilan yang tepat berada di Depan Pengadilan Agama Watansoppeng juga mendukung. Warga yang sedang berkasus atau merasa kesulitan dalam berurusan hukum bisa datang ke tempat ini. Sambil menyeruput kopi dan penganan lainnya, tentu akan lebih asyik jika berdiskusi masalah hukum. “Kita lebih rileks karena selain santai kita juga dapat pencerahan mengenai masalah hukum yang selama ini tak kita ketahui,” ujar salah seorang pengunjung warkop.

Cafe ini juga seringkali ramai karena saban hari menggelar diskusi berbagai hal. Tak hanya masalah hukum tetapi juga masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan politik di Soppeng. Saat masa reses kedua Februari 2020 lalu, anggota DPRRI Komisi III, Supriansa, menjadikan cafe ini sebagai salah satu lokasi resesnya. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru