Tuesday 27 September 2022
spot_img

Bukan Presiden, Tol Layang Pettarani Diresmikan Basoeki

  • DIRESMIKAN – Jalan Layang Tol Pettarani akhirnya diresmikan penggunaannya. Menteri
  • Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc meresmikannya, Kamis, 18 Maret 2021. (ANTARA)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Meski berada di Makassar, Presiden Joko Widodo tidak meresmikan langsung penggunaan Jalan Tol Layang Pettarani.

Presiden memberikan tugas kepada Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc, untuk meresmikan proyek strategis berinvestasi lebih dari Rp 2 triliun ini. Disaat bersamaan Presiden Jokowi meresmikan penggunaan Kolam Regulasi Bila – Nila, yang hanya berjarak sekira 10 KM dari Jalan Layang.

Acara peresmian tol layang sepanjang 4,3 km yang diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc; didampingi Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M.Sc; dan Walikota Makassar, H. M. Ramdhan Pomanto.

Anwar Toha Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MMN) mengungkapkan, setelah melewati berbagai tahapan yang cukup panjang, pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani akhirnya selesai dan dapat dioperasikan secara penuh. “Tol layang ini sudah dapat dioperasikan dan dapat langsung dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif oleh seluruh masyarakat. Melalui peresmian hari ini di hadapan Menteri PUPR, kami dengan bangga mempersembahkan kontribusi karya ribuan anak bangsa yang turut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur nasional untuk menciptakan konektivitas di Timur Indonesia,” ujar Anwar dalam siaran pers, Kamis (18/3). Pihaknya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pahlawan Andi Pangerang Pettarani yang menjadi simbol pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur, yang namanya di abadikan sebagai nama ruas jalan tol, ikon baru Kota Makassar.
Pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar merupakan salah satu contoh kontribusi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional.
PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Makassar Metro Network (MMN) bersama dengan pemerintah daerah yang juga didukung oleh Pemerintah pusat, menginisiasi pembangunan ini guna mendukung sistem perekonomian dan mobilitas di daerah tersebut, sekaligus sebagai fasilitas pendukung kemajuan Kota Makassar dan daerah sekitarnya.

Jalan Tol Layang A.P. Pettarani ini dibangun tanpa adanya pembebasan lahan dan menggunakan teknologi mutakhir bidang konstruksi serta inovasi perencanaan dan pelaksanaan seperti, formwork pier head tanpa shoring, erection box girder dengan double gantry sehingga tidak memerlukan struktur penyokong, sehingga pelaksanaan jauh lebih cepat, dan gangguan pada aktivitas dan lalu lintas minimal.
Proyek ini juga menggunakan instalasi expansion joint per 350m untuk menghasilkan permukaan yang lebih rata. Untuk memonitor kinerja dan kondisi struktur jembatan selama masa operasi, juga dipasang Structural Health Monitoring System (SHMS) antara lain dilengkapi sensor-sensor yang memberikan informasi kondisi struktur secara real time

Tidak hanya itu, penggunaan isolasi gempa (seismic isolation Lead Rubber Bearing LRB) diantara struktur bawah dan struktur atas dapat lebih memproteksi terhadap gempa.

Tol layang dengan nilai investasi sebesar Rp 2,316 triliun ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di jalan arteri sekitar Kawasan Panakkukang dan Rappocini. (*/mal)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru