Wednesday 01 February 2023
spot_img

Bom Makassar Terjadi, Deteksi Dini dan Deradikalisasi Sudah Dikhawatirkan Komisi III

  • DETEKSI – Seorang petugas keamanan berdiri membelakangi Gereja Katedral di Makassar yang menjadi lokasi bom bunuh diri, Minggu, 28/3. (ANTARA)

CELEBESTERKINI.com, Jakarta – Bom bunuh diri yang terjadi di Makassar, Minggu 28 Maret 2021, di depan Gereja Katedral, mengingatkan kembali serentetan kekhawatiran para anggota Komisi III DPRI.

Dalam dua kali kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) para anggota komisi hukum ini terus menekankan pentingnya fokus pada deteksi dini dan penanganan deradikalisasi. Pada RDP dihari Senin (22/3), lalu bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, anggota Komisi III Supriansa telah mewanti wanti kepada jajaran BNPT agar lebih baik mencegah dini warga negara Indonesia yang terlibat teroris jaringan internasional melalui cara bekerjasama dengan pihak operator seluler. “Warga negara kita terlalu banyak direkrut di luar negeri dan dilatih di luar negeri menjadi bagian dari pelaku teroris. Ini yang selalu berkembang. Nah sekarang, bagaimana caranya mereka berkomunikasi dengan pihak luar. Pasti mereka menggunakan jaringan komunikasi,” tegas Supriansa.

Maka dari itu, ia berharap agar BNPT perlu melakukan pencegahan dini melalui melacak komunikasi mereka. “Saya kira perlu melakukan cara ini yaitu pelacakan sejak dini,” saran Supriansa.

Apa yang diungkapkan Supriansa itu, sejalan dengan dugaan awal bom bunuh diri di Makassar. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Diketahui, dua orang dari kelompok ini pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan,” kata Listyo saat jumpa pers di Makassar, Senin 29 Maret 2021 ini.

Anggota Komisi III DPRRI, Supriansa, SH, MH

Pasca bom Makassar, Supriansa meminta kepada polisi agar mengungkap motif peristiwa yang menyebabkan belasan warga luka luka. “Saya meminta warga Makassar tetap tenang. Berikan kesempatan kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini,” ujar Supriansa melalui keterangan tertulisnya, Senin 29/3/2021.

Supriansa juga menyesalkan kejadian tersebut apalagi pelakunya merupakan pasangan suami istri yang baru saja menikah pada enam bulan lalu sebelum melakukan peledakan bom bunuh diri di halaman gereja. “Kami meminta kepada Kapolri untuk mengantisipasi dengan memberikan penguatan kepada intelejen Polri,” saran Supriansa. Rencannya, dalam waktu tak terlalu lama para anggota Komisi III akan berkunjung ke Makassar. (SAH/REN)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru