Saturday 10 December 2022
spot_img

BNPB Bilang Waspadai Sesar Walanae. Lewati Soppeng dan Potensi Gempa

FOTO: Kepala BNPB Doni Monardo (BNPB)

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Sesar Walanae yang melewati beberapa daerah di Sulsel termasuk Kabupaten Soppeng perlu diwaspadai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBPB) Pusat memberikan warning kepada daerah-daerah yang dilewati patahan ini.

Sesar Walanae yang membentang dari Utara-Barat (Pinrang) hingga Timur-Selatan (Bulukumba) yang sewaktu-waktu mengalami pergeseran.
 
Tim Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan di Pulau Sulawesi, selain sesar Palu Koro yang sering menimbulkan gempa bumi. Satu sesar lainnya yang bisa menimbulkan gempa bumi adalah sesar Walanae. “BNPB sudah menghitung sesar ini berpotensi guncangan 9-10 MMI. Sebagai gambaran, skala di bawah 5 MMI masih aman untuk rumah dan bangunan. Tapi kalau 5 ke atas, sangat sedikit yang bisa bertahan,” kata Abdul Muhari, saat memberikan pemaparan di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/2).
 
Pakar bencana ini menyampaikan informasi terkait ancaman gempa di sesar Walanae tersebut belum tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Padahal hasil riset yang dilakukan BPNB, sesar ini diperkirakan memiliki periode 500 tahun sekali untuk melepaskan kekuatannya.

Tak hanya itu, hingga saat ini BNPB dengan teknologi dan pengetahuan belum bisa memastikan kapan gempa besar itu akan terjadi. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah mulai melakukan kajian terutama dukungan dalam bentuk penataan ruang. “Selama ini kita masih menganggap Sulsel aman dari ancaman gempa bumi. Padahal informasi ini belum tersampaikan secara detail. Kita tak bisa mengestimasi kapan gempa akan terjadi,” jelasnya.

Kepala BNPB Doni Monardo yang hadir dalam acara tersebut mengajak masyarakat menjaga hubungan baik dengan alam. Dia juga meminta masyarakat berpikir jangka panjang menghadapi bencana. “Kita harus berpikir bagaimana menyiapkan bangsa ini agar dapat menghadapi ancaman bencana bukan untuk satu tahun, dua tahun, tapi ratusan tahun yang akan datang,” ucap Doni, yang merupakan pembicara utama dalam keterangan tertulis BNPB, Senin (10/2).

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengingatkan pentingnya mitigasi dan pencegahan mengingat wilayah Sulsel juga memiliki beragam potensi ancaman bencana, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Penataran ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi masyarakat Sulsel dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Acara ini juga dihadiri Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, dan lainnya.

Sementara itu, dikutip portal linksulsel, Ketua Ikatan Ahli Geologi Sulawesi Selatan, Barat dan Tengah, Dr. Eng Asri Jaya HS, ST, MT mengungkapkan sebenarnya potensi gempa di Kota Makassar sangat rendah jika dibandingkan dengan Kota Palu. Makassar, kata dia tidak dilalui jalur patahan atau sesar. “Kalau kota palu dilalui jalur sesar mendatar/strike slip fault, sehingga palu sangat rawan gempa,” katanya.

Dia menerangkan, sesar atau patahan besar yang ada di Pulau Sulawesi terdiri dari sesar palu-koro yang berarah tenggara-Barat laut menghubungkan sesar matano hingga laut banda. Ada juga sesar lawanopo dan mekongga di sulawesi tenggara. “Sedangkan di Sulsel ada sesar Walanae. Sesar ini berarah utara-selatan, melewati kabupaten bulukumba, kabupaten bone, kabupaten soppeng, wajo, enrekang hingga toraja, tapi pada umumnya tidak melalui kota kabupaten, sejarah gempanya rendah umumnya dibawah 4 skala richter. Sehingga daerah selatan Sulawesi Selatan relatif aman,” terangnya. (mg3)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru