Bila Gubernur NA 'Turun Tangan' di Pilwali Makassar

Home / Pendapat Redaksi / Utama

Senin, 29 Juni 2020 - 12:05 WIB

Pendapat Redaksi
Bila Gubernur NA ‘Turun Tangan’ di Pilwali Makassar

Kota Makassar adalah episentrum politik Sulsel. Apapun yang terjadi diperpolitikan Makassar, sejatinya memengaruhi pola politik Sulsel.

Pilwali Makassar adalah salah satu dari 12 Pilkada yang akan digelar serentak di Sulsel, 9 Desember 2020. Dibanding daerah lain, pembahasan dan perhatian pelaku politik Sulsel tampak terfokus pada Makassar.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah adalah salah satu di antaranya. Meski berusaha ditampik untuk menegaskan posisinnya sebagai pembina politik, tetapi sulit melepaskan campur tangan NA di Pilwali Makassar.

Jika NA akhirnya benar-benar turun tangan di Makassar maka dipastikan akan banyak mengubah konstalasi. Pasalnya, meski tak mengendalikan partai politik, tetapi NA punya basis kuat di kota ini. Modalnya, perolehan suara sebesar 277.144, saat Pilgub 2018 silam.

Pun, begitu dengan segala kekuatan birokrasi dan popularitas yang melekat padanya, NA adalah maghnet bagi semua figur yang akan bertarung. Jika ia memusatkan kekuatannya pada salah satu paslon maka peluang kemenangan boleh jadi mendekat pada sang calon.

Jika dianalisis, maka beberapa faktor menjadi penguat mengapa NA bisa sangat mengubah konstalasi jika akhirnya benar-benar turun tangan di Makassar.

  1. NA adalah pengendali birokrasi tertinggi di Sulsel. Ia bisa melakukan banyak hal untuk mengendalikan birokrasi dan mendorongnya menjadi faktor menguntungkan bagi seorang figur. Menjadi rahasia umum jika birokrasi adalah faksi “politik” terbaik dalam konstestasi perebutan suara seperti pilkada.
  2. Kekuatan NA di Makassar dibangun oleh loyalitas tim yang militan dan rapi. Mungkin saja ada yang menyatakan bahwa tim itu sudah bubar dan banyak yang kecewa, tetapi dengan kekuatan sebagai gubernur, maka militansi tim akan dengan mudah dikembalikan. Jaringan relawan dengan mudah disulut dengan hanya sedikit bensin.
  3. NA tak hanya mengendalikan birokrasi Sulsel yang memiliki ribuan pegawai, tetapi juga ribuan lain berada di Pemkot Makassar. Faktor inilah yang terbesar sebab birokrasi Makassar mencengkeram hingga strata terbawah pemilih di setiap kelurahan yang juga mengendalikan para pimpinan RT/RW.

Maka, menarik untuk ditunggu kemana sebenarnya arah bandul politik NA akan diayungkan. NA pasti tak mau melepaskan Makassar, apatah lagi semua calon pesaingnya di Pilgub 2023 terlihat sudah terang-terangan turun tangan. Dia pasti menghitung itu dan tak mau ketinggalan momentum.

Redaksi Celebesterkini.com

Topas Raya, B/4 Boulevard, Panakkukang, Kota Makassar

Share :

Baca Juga

Potong Sendiri, Antar Sendiri. Cara Deng Ical Maknai Idul Qurban

Makassar

Potong Sendiri, Antar Sendiri. Cara Deng Ical Maknai Idul Qurban
Aksi Perdana DP - Fatma Lawan COVID19, Setiap Warga Makassar Akan Ditandai Barcode

Makassar

Aksi Perdana DP – Fatma Lawan COVID19, Setiap Warga Makassar Akan Ditandai Barcode
Tercabik Rindu #JanganMudik

Pendapat Redaksi

Protektif In Health Ala AKAR
Guru Besar Asal Soppeng Ini Diangkat Jadi Warek 1 UNM

Makassar

Guru Besar Asal Soppeng Ini Diangkat Jadi Warek 1 UNM
Jangan Tutup Pintu, Mulai 1 April Ada Petugas KB Mendata

SEPUTAR CELEBES

Jangan Tutup Pintu, Mulai 1 April Ada Petugas KB Mendata
Radi A. Gany Wafat, Eks Demonstran AMPD Ini Sangat Kehilangan

Utama

Radi A. Gany Wafat, Eks Demonstran AMPD Ini Sangat Kehilangan
Seperti Ingin Menangis, Lihat Respon Paramedis ini Baca "Surat Cinta" Gubernur Anies

Kesehatan

Seperti Ingin Menangis, Lihat Respon Paramedis ini Baca “Surat Cinta” Gubernur Anies
Innalillah, Ibunda Presiden Jokowi Wafat

Nasional

Innalillah, Ibunda Presiden Jokowi Wafat
Chat Sekarang
Butuh Bantuan ?
Salam Kami Celebes Terkini.
Apa yang bisa kami bantu ?