Monday 26 September 2022
spot_img

Berantas Game Online Mengarah Judi, Bupati Pinrang Rapat Khusus Forkopimda

RAPAT FORKOPIMDA PINRANG – Bupati Pinrang Irwan Hamid mengungkapkan, berkaitan dengan maraknya judi online di Kabupaten Pinrang belakangan ini, merupakan tugas bersama untuk memberantas penyakit masyarakat ini. (PINRANGKAB)

CELEBESTERKINI.com, Pinrang – Judi online yang berkedok game online marak di Pinrang. Tak hanya kalangan dewasa, siswa level SMP dan SMA juga kini aktif memainkannya.

Kondisi itu memaksa Pemkab Pinrang bersikap. Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid langsung mengundang jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pinrang rapat bersama membahasnya.

Bupati Pinrang Irwan Hamid mengungkapkan, berkaitan dengan maraknya judi online di Kabupaten Pinrang belakangan ini, merupakan tugas bersama untuk memberantas penyakit masyarakat ini.

Bupati Irwan melanjutkan, tugas dan peran Forkopimda dalam memberantas judi ini tentunya tidak dapat lepas dari peran masyarakat dalam hal pembinaan bagi anggota keluarganya, olehnya itu, Bupati Irwan juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga keluarga dari pengaruh judi online ini.
“Kami tentunya berharap bantuan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam hal memberantas penyakit masyarakat ini” ungkap Bupati Irwan.

sementara itu, kepala Kepolisian Resort Pinrang AKBP M.Arief Sugihartono mengungkapkan, Tugas dan peran Kepolisian Republik Indonesia dalam hal memberantas perjudian ini sudah dimulai sejak lama.
Dan dengan tegas AKBP M.Arief mengatakan tidak ada kompromi dengan penyakit masyarakat ini. “Berkaitan dengan Narkotika dan Judi, saya tidak ada kompromi, pasti akan kami tindak” ungkap AKBP M.Arief.

Senada dengan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang Agus Kahiruddin, SH, MH menambahkan, judi online ini masih tergolong jenis baru, namun dampak yang ditimbulkan sama dengan judi konvensional di masyarakat.

Dirinyapun menegaskan, pihak Kejaksaan Negeri Pinrang juga tidak akan berkompromi dengan Judi dan Narkotika.

sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Pinrang Teguh Arifiano, SH, MH menambahkan, untuk para pelaku perjudian jenis baru ini, dapat dikenakan Pasal 27 ayat 2 Undang – undang Informasi dan Transaksi elektronik, dimana para pelaku penyebaran konten perjudian dapat dikenakan pidana kurungan maksimal 6 tahun.(*/mal).

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru