Saturday 10 December 2022
spot_img

Begini Mewahnya Hotel Untuk Petugas Medis COVID-19 di Makassar. Dikeluhkan karena Jauh dari RSU Wahidin

Hotel Grand Sayang Park Makassar

MAKASSAR, CELEBESTERKINI – Pemerintah Provinsi Sulsel memberi perhatian penuh kepada petugas kesehatan yang berada di garda terdepan penumpasan COVID-19. Untuk mereka Pemprov Sulsel menyiapkan hotel kelas bintang 3, Hotel Grand Sayang Park.

Hotel yang berada di Jalan Manunggal 22, Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar ini, memang milik Pemprov Sulsel yang kini dikelola Perusda Sulsel. Hotel ini dibangun di era kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Hotel Grand Sayang akan menjadi rumah sementara bagi ratusan petugas medis yang saat ini tengah berjibaku memberantas serangan COVID-19 di Sulsel. “Kebijakan kita adalah semua paramedis, dokter, perawat, yang berada di lini Covid-19 ini kita siapin hotel,” ujar Nurdin usai memantau RSUD Sayang Rakyat, Jumat pagi (27/3/2020).

Seusai bertugas di rumah sakit, para tenaga medis itu tidak pulang ke rumah. Selama bertugas menangani pasien Covid-19, mereka akan menjadikan hotel sebagai rumah sementara. Nurdin menyiapkan beberapa hotel yang dekat dengan rumah sakit rujukan Covid-19. Salah satunya Hotel Grand Sayang Park Makassar.

Hotel ini sebenarnya termasuk tak laris di Makassar. Tingkat okupansinya rendah. Itulah mengapa Pemprov Sulsel selalu mengeluhkan kondisi manajemen hotel. Lokasinya yang terpencil membuat hotel ini tak banyak jadi pilihan bagi pelancong. Namun, diaplikasi perjalanan Traveloka hotel ini dimasukkan dalan kelas bintang 3. Hal itu membuat harga kamarnya tergolong medium. Saat CELEBESTERKINI mengecek harga kamarnya, harga terendah Rp 450.000. Namun, di bulan Mei 2020, harga kamarnya sudah melonjak pada kisaran Rp 860.000 – Rp 1.150.000. Meski tak laris kamar-kamar dan fasilitas hotel ini termasuk lux.

Namun tak hanya Grand Sayang, Gubernur juga tengah melobi beberapa hotel lain agar bisa dimanfaatkan menampung tenaga medis. Terutama yang dekat dari RS Wahidin Sudirohusodo, RS Unhas, dan RS Sayang Rakyat. “Jadi nanti semua perawat tidak boleh pulang ke rumah. Mereka harus kembali ke hotel. Dan di hotel kita juga buatkan sterilisasi. Ketika mereka datang, itu sudah bisa kita yakini dia masuk kamar sudah steril,” paparnya. Hal itu sejalan dengan keluhan beberapa tenaga medis yang ditemui. “Kita tinggalnya di kawasan Tamalanrea, capek kalau mau ke sana lagi,” kata seorang paramedis yang ditemui di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo Makassar. Keluhan ini wajar karena kawasan Tamalanrea memang menjadi epicentrum utama perlawanan terhadap COVID-19 karena sebagian besar pasien positif kini ada di kawasan itu terutama di RSU Wahidin. Jarak antara Wahidin dengan Hotel Grand Sayang mencapai 20 KM. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru