Saturday 10 December 2022
spot_img

Beda Jokowi dan Pj Walikota Makassar. Larang Menteri Melayat ke Solo karena Physical Distancing

JAKARTA, CELEBESTERKINI – Menkopolhukam Mahfud MD sudah menghubungi sebagian besar menteri di kabinet kerja. Mahfud berinisiatif memobilisasi para menteri untuk melayat ibunda Presiden Joko Widodo yang meninggal di Solo, Rabu (25/3) sore.

Bahkan, pesawat udara khusus pinjaman dari TNI AU sudah disiapkan untuk terbang ke Solo, malam ini. Namun sejurus kemudian Mahfud ditelepon Menteri Sekertaris Negara Pratikno yang meminta semua menteri tetap berada di Jakarta. Presiden dikatakan konsisten soal physical distancing yang sudah ia imbaukan. “Ketika mendengar kabar bahwa ibunda Pak Jokowi wafat, saya mencoba mengkoordinir teman-teman anggota kabinet untuk bertakziah ke Solo. Saya coba untuk meminjam pesawat TNI AU atau Polri,” kata Mahfud seperti dilansir detikcom, Rabu (25/3/2020).

Dia memahami, physical distancing atau menjaga jarak fisik adalah imbauan Jokowi di era darurat virus Corona ini. Jokowi konsisten dengan imbauan itu. “Saya tahu Pak Jokowi tak enak meminta orang untuk tidak melayat langsung, tetapi karena beliau sendiri yang mengumumkan dan berkampanye agar rakyat tidak melakukan kerumunan dalam rangka physical distancing guna menangani COVID-19, beliau meminta masyarakat tidak bertakziah ke rumah duka,” tutur Mahfud.

Tentu sikap Presiden Jokowi ini tak selurus dengan sikap Pj. Walikota Makassar Iqbal Suhaeb yang menggelar acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkot Makassar. Padahal, dia sendiri yang selama ini aktif untuk menkampanyekan bahaya tak mengindahkan soscial distancing. Pelantikan tersebut digelar pada Selasa sore (24/3/2020). Ada 23 pejabat yang dilantik dan tak kurang dari 30 orang berkumpul dalam ruangan saat pelantikan di ruang rapat sekda lantai 9 Balai Kota Makassar. 

Menanggapi sorotan itu, penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pelantikan tersebut bukan mutasi. Hanya pengisian jabatan kosong. “Pelantikan itu sesuai protokol kesehatan. Tidak mengundang. Tidak banyak orang yang hadir. Tetap berlaku sosial distance. Diatur jaraknya satu meter. Dan yang hadir mengunakan pelindung (sarung tangan dan masker),” ungkapnya. (mg3)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri di Kabinet Indonesia Maju tak melayat ibundanya di Solo, Jawa Tengah. Para menteri diminta tetap berfokus menangani pandemi virus Corona (COVID-19).
“Fokus bekerja, khususnya fokus bekerja mengatasi masalah COVID-19 dan dampaknya, baik medis maupun nonmedis,” ujar Menkominfo Johnny G Plate kepada detikcom, Rabu (25/3/2020).

Baca juga:Ibunda Meninggal Dunia, Jokowi Minta Menteri-Wamen Tak Melayat ke Solo

Johnny mengatakan Jokowi meminta para menteri mendoakan ibundanya dari Jakarta.

“Para menteri mendoakan dari Jakarta atau dari tempat masing-masing,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md sudah berkomunikasi dengan TNI dan Polri untuk bisa memakai pesawat. Dia hendak menggunakan pesawat itu untuk membawa para menteri melayat ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Solo. Tapi rencana itu batal gegara konsistensi Jokowi soal physical distancing.
“Ketika mendengar kabar bahwa ibunda Pak Jokowi wafat, saya mencoba mengkoordinir teman-teman anggota kabinet untuk bertakziah ke Solo. Saya coba untuk meminjam pesawat TNI AU atau Polri,” kata Mahfud kepada detikcom, Rabu (25/3/2020).

Baca juga:Kabinet Diminta di Jakarta, Jokowi Didampingi Mensesneg-Seskab di Solo

Sejurus kemudian, Mahfud mendapat arahan dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Isi arahannya, para menteri diminta tidak datang ke Surakarta, Jawa Tengah, lokasi rumah duka keluarga Jokowi.
“Tiba-tiba ada arahan dari Presiden melalui Pak Pratikno dan Pak Pramono Anung agar para menteri tak pergi ke Solo, melainkan fokus pada tugas saja di Jakarta. Jadi saya dan kawan-kawan tidak ke Solo,” kata Mahfud.

Baca juga:Ibunda Jokowi Meninggal Dunia, Menteri Diminta Tetap Fokus Tangani Corona

Dia memahami, physical distancing atau menjaga jarak fisik adalah imbauan Jokowi di era darurat virus Corona ini. Jokowi konsisten dengan imbauan itu.
“Saya tahu Pak Jokowi tak enak meminta orang untuk tidak melayat langsung, tetapi karena beliau sendiri yang mengumumkan dan berkampanye agar rakyat tidak melakukan kerumunan dalam rangka physical distancing guna menangani COVID-19, beliau meminta masyarakat tidak bertakziah ke rumah duka,” tutur Mahfud.

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru