Monday 26 September 2022
spot_img

BBM Satu Harga Diterapkan di seko, Dulu Rp15-ribuan Sekarang Rp6-ribuan

UJICOBA SPBU SATU HARGA DI SEKO – Di masa uji coba ini ada sekira 16.000 kilo liter, premium 8.000 KL dan bio solar 8.000 KL. (lutrakab)

CELEBESTERKINI.com, Masamba – Warga Seko, Luwu Utara yang dulu dikenal sebagai area terisolir sehingga harus membeli barang lebih mahal, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM), kini bisa bernapas lega.

Wilayah ini Masuk dalam sasaran program pembangunan BBM satu harga tahun 2020 oleh BPH MIGAS, menjadikan Sulsel sebagai salah satu dari 83 lokasi prioritas yang mendapatkan pembangunan penyalur BBM satu harga dan hanya 2 kabupaten yang mendapatnya, yaitu Luwu Utara dan Pangkajene Kepulauan. “Jika dulu masyarakat membeli BBM dengan harga Rp.15.000- Rp. 20.000/liter, kini masyarakat bisa membeli premium dengan harga Rp.6.540/liter dan untuk bio solar dengan harga Rp.5.150/liter,” kata Indah, yang juga langsung melakukan uji coba mengisi BBM untuk warga di SPBU Mini Dusun Lambiri Desa Embonatana, Kecamatan Selo, Minggu 13 Juni 2021.

Meski resmi beroperasi, SPBU yang diberi nama SPBU Kompak 76 tersebut masih dalam tahap uji coba. “Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, untuk itu akan diuji coba tiga bulan hingga Agustus. Di masa uji coba ini ada sekira 16.000 kilo liter, premium 8.000 KL dan bio solar 8.000 KL. Ke depan kalau normal bisa sampai 30.000 KL dan bisa meningkat sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat. Pertamina ini memang mungil tapi semoga besar manfaatnya, ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan lebih produktif. Yang lebih penting juga adalah keadilan sosial yang berbasis keadilan energi,” harap Indah.

Owner SPBU Kompak 76, CV. Putra Sejahtera, Bata Manurun menuturkan pihaknya bersama Pemda punya niat yang sama untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat Seko. “Ini program yang luar biasa dan akan kita kembangkan lagi. Melalui kesempatan yang baik ini, izinkan kami berterima kasih kepada Pemda Luwu Utara, ibu bupati yang telah membantu proses perizinan dan administratif. Juga kepada mitra kami, pihak PT. Pertamina, pak camat, pak desa juga seluruh masyarakat. Kami sadar SPBU ini masih banyak yang akan dibenahi dan rampungkan secara fisik, begitupun dengan manajemennya. Harapan kita bahwa insya Allah kita akan kembangkan SPBU di daerah terpencil lainnya,” tutur Bata Manurun.

Sementara CEO PT. Pertamina, Busro berharap masyarakat senantiasa mengutamakan keselamatan dalam pengoperasionalan SPBU tersebut. “Rambu-rambunya sudah ada, seperti wajib mematikan mesin saat mengisi, dilarang merokok, dilarang menggunakan ponsel, dilarang memotret, dan menyalakan korek api. Jadi kami harap masyarakat dapat mematuhinya,” pinta Busro. (Rn/mal)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru