Tuesday 06 December 2022
spot_img

Baru Berjalan 4 Jam, “Local Lockdown” Soppeng Sudah Jaring 10 Pemudik

FOTO: Petugas perbatasan Soppeng menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan dokumen perjalanan. (istimewa)




CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Kemampuan tempat karantina untuk pemudik yang memasuki Soppeng di masa “local lockdown”, dikhawatirkan tak mencukupi.

Buktinya, baru diberlakukan 4 jam pasca diterapkan secara penuh, Minggu (10/5/2020) Pukul 00.00, tadi malam, perbatasan Soppeng sudah ‘dites’ pemudik. Jika terus membludak, Pemkab harus segera bersiap menghadang gelombang mudik itu.

Sebelumnya, sekitar Pukul 04.00 WITA, Senin (11/5/2020) dinihari, petugas perbatasan di Salaonro, Lilirilau, yang sebenarnya masih menahan kantuk dikagetkan dengan sorot lampu dari sebuah bus penumpang. Petugas yang bersiap untuk bersantap sahur sontak menahan laju bus yang berjalan cepat dari arah Kabupaten Wajo itu.

Di tengah dinginnya subuh, bus berkelir putih dengan brand Munawara itu, kemudian diperiksa petugas perbatasan. 10 penumpang di dalam bus tak bisa menunjukkan dokumen perjalanannya. “Mereka hanya menyebutkan akan pulang ke kampung. Tak ada dokumen pendukung seperti yang disyaratkan dalam edaran Bupati,” kata Kasatpol PP, Andi Surahman kepada CELEBESTERKINI, Senin pagi.

Setelah ditanyai, mereka berasal dari Parigi, Sulawesi Tengah. Dari 10 orang itu, dua berasal dari Macanre, tiga tujuan Talepu, tiga penumpang tujuan plus dua kru bus.

Mereka kemudian dibawa ke lokasi karantina di Hotel Delta Ompo. “Kami akan melakukan karantina selama 14 hari. Semua kebutuhan akan Pemda tanggung,” katanya. Salah seorang penumpang mengaku tak menduga akan ditahan di perbatasan. “Kita sudah tahu ada larangan masuk karena supir sudah ingatkan. Kita berangkat subuh ternyata masih ditahan,” ujarnya.

Kabupaten Soppeng menetapkan “local lockdown” sejak Minggu malam. Itu berartinsemua pemudik dan pendatang yang berasal dari luar daerah harus menunjukkan syarat tertentu sebelum bisa masuk. Syarat itu antara lain:

  1. Urusan Dinas bagi Instansi Pemerintah dan Organisasi lainnya
    yang dibuktikan dengan Surat Tugas atau Surat Keterangan
    perjalanan.
  2. Penyaluran distribusi bantuan, bahan pangan dan kebutuhan
    pokok yang dibuktikan dengan pemeriksaan barang muatan dan/
    atau dokumen pengiriman barang. Barang-barang dimaksud yaitu:
    bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas, sembako, ternak, hasil bumi, pupuk, bibit/benih, peralatan kesehatan, bahan
    bangunan/konstruksi dengan ketentuan penumpang untuk
    kendaraan roda empat maksimal 2 orang (1 orang supir dan 1
    orang pembantu supir).
  3. Keadaan darurat, yaitu mengunjungi atau mengantar keluarga
    yang sakit atau meninggal. Sakit yang dimaksud adalah sakit
    parah/kronis secara klinis yang dibuktikan dengan menghubungi
    kontak keluarga yang akan dituju.
  4. Kegiatan operasional perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Sarana dan prasarana publik dimaksud yaitu: perbaikan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi, jaringan listrik dan sarana publik lainnya yang dibuktikan dengan Surat Tugas/ Surat Keterangan.
  5. Perlintasan ke daerah lain yang melalui wilayah Kabupaten Soppeng dengan memberikan keterangan lengkap mengenai tujuan akhir dan rute yang akan dilewati untuk memudahkan pemantauan.
    (Mg2)
Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru