Sunday 25 September 2022
spot_img

Banyak Laporan Pohon Rawan Tumbang, DLHK Sinjai tak Langsung Tebang

  • TEBANG – Petugas DLHK Sinjai menebang sejumlah pohon yang dianggap berbahaya, Jumat pekan lalu. Namun, tak semua pohon rawan itu ditebang untuk mempertahankan estetika. (sinjaikab)

CELEBESTERKINI.com, Sinjai – Puluhan laporan warga Sinjai tentang kekhawatiran ancaman pohon tumbang di wilayahnya, tak ditanggapi keseluruhan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai.

Kepala Dinas LHK Ramlan Hamid beralasan, bahwa pihaknya tidak serta merta melakukan penebangan pohon. Sebab, harus dicek terlebih dahulu. “Harus dicek terlebih dahulu, itu karena kita mau daerah kita tetap asri dengan banyaknya pohon,” katanya, beberapa waktu lalu.

Namun lanjutnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, pihaknya melakukan pemangkasan, hingga penebangan pohon di sejumlah titik yang ada di Kota Sinjai. Hal itu dilakukan merespon adanya beberapa laporan masyarakat kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pemangkasan hingga penebangan yang dianggap membahayakan. “Kami memang sudah melakukan pemangkasan, hingga penebangan pohon yang dianggap sudah membahayakan atau beresiko,” ujarnya.

Kata Ramlan, antisipasi yang dilakukan yaitu mengidentifikasi pohon-pohon yang membahayakan kemudian dilakukan pemangkasan dan juga penebangan. “Jadi kalau sudah beresiko merusak, kita tindak lanjuti, namun sebelum itu kami dari DLHK membagi tim. Pertama ada yang melakukan survei lapangan melihat kondisi apakah harus ditindaklanjuti dengan pemangkasan atau penabangan,” kata Ramlan.

Pohon lapuk dan tua memang sudah menjadi kekhawatiran warga di Sinjai. Itu juga dibuktikan dengan banyaknya kasus pohon tumbang yang bahkan nyaris merenggut nyawa. Seperti yang terjadi saat angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Februari 2021 lalu.

Satu unit rumah panggung milik warga mengalami rusak parah akibat tertimpa pohon pinus yang tumbang di Dusun Sapoberu, Desa Turungan Baji, Kecanatan Sinjai Barat, Minggu (21/02/2021) subuh.

Rumah yang tertimpa pohon tersebut diketahui milik Ahing. Beruntung, Ia dan keluarganya selamat dalam peristiwa itu. “Kejadian sekitar jam lima subuh, saat itu saya dengar suara pohon patah dan anging sangat kencang, Saya langsung tinggalkan tempat tidur dan pas saya baru pertengahan rumah, pohon sudah menimpa rumah saya di belakang,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pada saat kejadian ia bersama dengan 4 orang keluarganya Selamat dari musibah, Sementara Kerugianya Ditaksir sekitar 7 Juta. (skab-sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru