Tuesday 06 December 2022
spot_img

Banjir Soppeng, Siklus 50 Tahun dan Upaya Mengatasinya

Foto: Banjir Soppeng pekan lalu menelan banyak kerugian materiil.

SOPPENG, CELEBES TERKINI
Banjir besar yang melanda Soppeng terutama di wilayah Donri-Donri dan Marioriawa kini menjadi perhatian serius Pemkab Soppeng untuk mencari cara mengatasinya agar tak terulang kembali.

Beberapa warga di Marioriawa mengaku kaget dengan banjir tersebut. Sebab, sepanjang ia bermukim di sana tak pernah mengalaminya. “Banjir tak pernah sampai di sini. Palingan sampai di Madining sana. Tapi tahun ini kenapa bisa begini,” kata Warta, pemuda tinggal di perbatasan Marioriawa dan Donri-Donri.

Menurut orang tua di kampungnya banjir terakhir yang mencapai kampungnya terjadi sekitar 50 tahun lalu. “Mungkin ini siklus 50 tahun dan memang hujannya besar sekali waktu itu,” tambahnya.

Pihak Pemkab Soppeng sendiri tak tinggal diam. Selain berupaya memulihkan kondisi pasca bencana, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak telah memberi langkah-langkah preventif agar kondisi ini tak terulang.

Kadis PUPR Soppeng, Andi Haeruddin, mengaku Bupati telah memerintahkan pihaknya untuk menelusuri beberapa sungai di Batu-Batu yang dianggap menjadi salah satu biang keladi. “Kita akan normalisasi sungai-sungai di sekitar Batu Batu. Melebarkan dan mengeruknya agar air bisa lebih lancar,” katanya.

Selain itu, proses pembangunan Bendung Kinoe dan Manreangin akan digenjot. “Kalau Bendung Kinoe selesai maka jutaan kubik air yang menerjang pemukiman kemarin akan bisa disalurkan. Demikian pula tahun ini akan dimulai pembangunan Bendung Coppo Congki dan Manreangin yang menggunakan dana APBN,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda Kabupaten Soppeng pekan lalu, menimbulkan kerugian material yang tak kecil sebesar Rp 39.262.709.000.
“Itu angka yang kami dapat dari 3 kecamatan yang terdampak paling parah. Itu angka terakhirnya,” kata Sahrani, Kepala Pelaksana BPBD Soppeng, Minggu (19/1).

Sahrani kemudian melansir data lengkapnya. Kerugian dari bidang SDA dan OP Irigasi sebesar Rp 24.553.709.000, bidang Binamarga sebesar Rp 14.470.000.000, bidang Perumahan dan Pemukiman Rp 100.000.000 serta bidang Peternakan sebanyak Rp 139.000.000.

Sementara itu jumlah penduduk yg terdampak banjir di 3 kecamatan yaitu Marioriawa: 935 KK, Donri-donri: 1.232 KK dan Ganra: 477 KK.
“Kami akan terus melakukan penelusuran jika masih ada yang terdampak tapi belum masuk daftar,” ujarnya. (mg2/mal)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru