Saturday 10 December 2022
spot_img

Bahaya na, Dollar Dekati Rp.15.000

FOTO: detik.com

JAKARTA, CELEBESTERKINI – Dampak COVID-19 terhadap stabilitas ekonomi Indoneia benar-benar mulai terasa. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Selasa (17/3/2020) mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.04 WIB rupiah berada di level Rp 14.995 per dollar AS, melemah 0,42 persen dibanding penutupan Senin pada Rp 14.933 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen wabah virus corona masih mendominasi sehingga membuat aset berisiko tertekan. “Kelihatannya sentimen masih belum membaik. Aset-aset berisiko masih tertekan, semalam Wall Street jatuh dalam lebih dari 12 persen,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah corona masih tinggi terbukti dengan penutupan saham bursa AS yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Futures bergerak positif dan S&P Futures yang juga positif. “Mungkin berita persiapan stimulus dari pemerintah AS membantu mengangkat sentimen sebagian pelaku pasar,” katanya.

Pemerintah AS sejauh ini masih bernegosiasi dengan Senat untuk menggelontorkan paket stimulus yang lebih besar.

Sementara itu, pemerintah Selandia Baru juga merilis stimulus 12,1 miliar dollar Selandia Baru pagi ini. Bank Sentral Australia juga mempersiapkan stimulus moneter lanjutan. “Rupiah masih berpotensi tertekan karena kekhawatiran penyebaran corona namun sentimen stimulus AS bisa membantu menahan pelemahan rupiah,” tambahnya.

Ariston memproyeksikan rupiah pagi ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.800 per dollar AS sampai dengan Rp 15.000 per dollar AS. (mg2)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru