Saturday 10 December 2022
spot_img

Atasi ‘Kentut’ Losari, Ini Cara Pemprov Sulsel

  • Pemprov Sulsel turun tangan mengatasi persoalan sirkulasi air di sekitar Pantai Losari dengan membuat tembusan kanal CPI. Sirkulasi air yang tak lancar itu membuat bau menyebar di Losari. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Makassar – Selama ini keindahan Pantai Losari yang melegenda sedikit terkikis oleh karena polusi udara yang ditimbulkan dari berbagai sumber.

Salah satunya dari genangan air yang tertahan di bibir pantai. Genangan itu tak tersirkulasi dengan baik sehingga menimbulkan bau yang tak sedap dan dikeluhkan pengunjung. Bau itu digelari pengunjung sebagai ‘kentut’ Losari karena baunya yang menyengat.

Lewat Dinas PUPR Provinsi Sulsel, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memerintahkan instansi ini mengatasinya. Alhasil, PUPR kemudian menemukan formula terbaik yaitu dengan penembusan kanal yang berada di sekitar pantai. Senin, 11 Januari 2021, kemarin, Gubernur Sulsel bersama PJ Walikota Makassar menekanan tombol sirene dan penerusan 5 meter panjang tanah dengan alat berat di kanal CPI.

Foto yang diambil dari udara, dimana sejumlah alat berat membuat sodetan di Kanal CPI dekat Losari.

Gubernur Sulsel mengaku penembusan kanal ini sudah sesuai dengan Perda Nomor 4 Kota Makassar Tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Ini sudah sejalan dengan Perda RDTR Kota Makassar, yang diharapkan keluhan masyarakat tentang bau yang dimunculkan oleh kanal karena tidak ada sirkulasi, akan terselesaikan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan kanal ini juga akan menjadi kawasan rekreasi dan memiliki fungsi ganda. “Alhamdulillah perjuangan yang panjang hari ini membuahkan hasil, sirkulasi air di Makassar, terutama sekitar kawasan Losari juga semakin sehat,” sebutnya.

Nurdin Abdullah juga mengatakan tugas selanjutnya adalah berkolaborasi dengan Balai Besar Sungai agar dapat dengan cepat meneruskan pembukaan jalur air Kanal Jongaya. “Tugas selanjutnya adalah berkolaborasi dengan Balai Besar Sungai agar dapat dengan cepat meneruskan pembukaan jalur air Kanal Jongaya. Supaya betul-betul sirkulasi air ini bisa segera terwujud, dan ini akan menjadi kawasan baru,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulsel menyampaikan apreasiasi atas kerja keras dan kolaborasi antara Forkopimda, Pemerintah Kota dan pemilik lahan yang menghibahkan lahannya, seperti PT Passokorang, PT GMTDC (Lippo Group), dan ahli waris Hj Najamiah. “Alhamdulillah berkat kerjasama kita semua, sehingga semua pemilik lahan memberikan lahannya untuk dijadikan kanal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Sulsel, Rudy Djamaluddin mengatakan,Pengerjaan dimulai pada 8 Desember 2019, setelah didahului dengan berbagai pertemuan-pertemuan, termasuk dengan pemilik lahan. “Alhamdulillah pemilik lahan memberikan lahan untuk digunakan oleh masyarakat umum dalam hal ini penerusan kanal. Untuk itu, kita berterima kasih pula pada pemilik lahan yang telah rela memberikan tanah dalam bentuk hibah kepada Pemprov Sulsel,” ucapnya.

Ia menambahkan penembusan kanal ini sudah sesuai dengan Perda Kota Makassar. “Kalau kita konversi menjadi volume tanah, maka volume tanah yang dipindahkan pada lahan dua ini, yaitu kurang lebih 40.000 meter kubik,” jelasnya. (sah/ren)

Artikel Terkait
- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru