Home / Utama

Jumat, 10 Januari 2020 - 19:59 WIB

Aroma Cinta Segitiga Dalam Pembunuhan Hakim

Hakim Jamaluddin dan Zuraidah Hanum (riauol)

MEDAN, CELEBESTERKINI – Aroma cinta segitiga dalam kasus pembunuhan hakim di Medan menyeruak saat Polda Sumut menggelar konferensi pers pembunuhan terhadap hakim PN Jamaluddin, di Mapolda Sumatera Utara, Rabu (8/1).

Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin. Jamaluddin meninggal karena dibunuh istrinya, Zuraida Hanum (41), yang cemburu karena merasa diselingkuhi.

Seperti dikutip dari Kumparan, Zuraida membunuh Jamaluddin dibantu oleh selingkuhannya yang bernama Jefri Pratama (42). Jefri kemudian mengajak Reza Fahlevi (29) menghabisi nyawa Jamaluddin.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan rencana pembunuhan terjadi pada Kamis (28/11). Pada saat itu, Zuraida mengajak Jefri dan Reza ke rumahnya di Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Kota Medan.

Mereka berdua disembunyikan oleh Zuraida di lantai 3, menanti Jamaluddin pulang. Rumah Jamaluddin di Perumahan Royal Monaco terbilang gedongan dan memiliki tiga lantai. Zuraida dan Jamaluddin tidur di lantai 2 rumah mereka.

Di rumah itu juga ditempati oleh dua anaknya Jamaluddin dari istri pertama. Mereka adalah Kenny Akbari Jamal (23), Rajid Fandi Jamal (18). Namun pada saat itu, Kenny dan Rajid sedang tidak berada di rumah. Walhasil, di rumah itu hanya ada Jamaluddin, Zuraida dan anaknya yang masih berusia 7 tahun.

Kemudian pada Jumat (29/11) dini hari 01.00 WIB, Zuraida yang melihat suaminya tertidur lelap usai pulang kerja, langsung beranjak ke lantai 3 rumahnya, memberikan kode saatnya eksekusi.

“(ZH) Memberi petunjuk ke JP (Jefri) dan RF (Reza) untuk turun dan menuntun jalan menuju kamar korban,” ujar Martuani dalam keterangan tertulis, Rabu (8/1).

Jefri Pratama, tersangka pembunuhan hakim PN Medan. Foto: Dok. Istimewa

Pada saat itu, Jamaluddin tertidur hanya mengenakan sarung. Di samping Jamaluddin, ada anaknya yang masih berusia 7 tahun sedang terlelap.

Saat itu, peran Reza mengambil kain dari pinggir kasur dan bersiap membekap Jamaluddin. Sementara itu, Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas tubuh Jamaluddin dan memegang kedua tangan hakim karier itu.

Zuraida pada saat itu perannya berbaring di sebelah kiri dekat suaminya. Kaki Zuraida menindih kaki Jamaluddin. Pada saat itu, Zuraida menenangkan anaknya yang terbangun agar tidur kembali saat eksekusi sedang berlangsung.

Setelah tubuh Jamaluddin tidak bergerak, Zuraida memerintahkan Jefri dan Reza kembali ke lantai 3. Sekitar pukul 03.00 WIB, Zuraida berdiskusi kepada Reza dan Jefri membuang jasad korban ke Berastagi.

Sebelum membuang jenazah, Zuraida sempat memakaikan seragam olahraga PN Medan berwarna hijau. Setelah itu, jasad dimasukkan ke dalam mobil Toyota Prado dan Jefri dan Reza mencari lokasi pembuangan jenazah. (int)

Share :

Baca Juga

Pendapat Redaksi

Makna Dukungan Aco

Politik

Calon Golkar Maros Mengerucut ke Dua Haji

Nasional

Innalillah, Ibunda Presiden Jokowi Wafat

Daerah

Puskesmas Cangadi, Layanan Kesehatan Kecamatan Rasa Rumah Sakit

Kriminal

Rasain..!!! Habis “Main” Gratisan, Harta Diembat

Daerah

Pemkab Soppeng Pindahkan ‘Sekolah’ ke Rumah

Utama

Tetap Garang, KPK OTT Kepala Daerah di Sidoarjo

Utama

Gadis Bugis Ini Calon Keluarga Cendana. Dinikahi Anak Mbak Tutut