Monday 26 September 2022
spot_img

Appi dan Masa Depan Golkar Makassar

  • Golkar Kota Makassar secara resmi akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada tanggal 8 – 9 Maret 2021. Perhelatan lima tahunan salah satu parpol besar di Makassar selalu menarik karena meski bukan pemenang Pemilu 2019 di Makassar, tapi dinamika parpol berlambang Pohon Beringin ini selalu lebih maju dari parpol lainnya.

Dinamisasi berjalan keras di Golkar karena parpol ini lebih terbuka dalam mengatur internalnya yang tidak dikontrol oleh salah satu figur kuat di pimpinan provinsi yang biasanya sangat menentukan posisi pimpinan parpol di sebuah kebupaten atau kota.

Dua calon dimungkinkan akan bertarung di Musda Golkar Makassar yaitu Juniar Arge dan Munafri ‘Appi’ Arifuddin. Namun, di kalangan voters yang berjumlah 21 suara itu, nama Munafri Arifuddin sudah banyak diapungkan dan tampaknya sulit untuk menahan anak menantu konglomerat Aksa Mahmud ini menuju 01 Golkar Makassar.

Pilihan voters terhadap Munafri sesungguhnya memang pilihan terbaik jika dibandingkan dengan Juniar. Meski Juniar tetap layak diperhitungkan karena kemampuannya membangun soliditas kader, tetapi Munafri adalah pilihan tepat untuk perjalanan politik Golkar Makassar pada kontestasi – kontestasi politik ke depan.

Setidaknya, ada dua keuntungan besar yang diperoleh Golkar Makassar dengan Munafri sebagai pimpinannya.

Pertama, ‘positioning’ politik Golkar Makassar dalam mengawal pemerintahan DP – Fatma akan lebih jelas. Kondisi yang tidak secara jelas dijalankan oleh pimpinan Golkar sebelumnya yang cenderung tak jelas dalam menyikapi pengawalan pemerintahan eksekutif.

Sebagai mantan rival DP – Fatma di Pilwali 2020, Munafri akan membawa Golkar menjadi penyeimbang yang tegas dalam pengawalan pemerintahan DP. Posisi tegas itu akan membawa keuntungan tersendiri bagi Golkar dimana mereka akan mengail dukungan pemilih yang ke depan masih belum puas dengan kebijakan DP – Fatma. Hal itu kemudian akan membuat mereka bisa punya kesempatan lebih luas dalam mengail dukungan publik di Pemilu 2024. Munafri harus menegaskan posisi itu dengan konsisten jika ingin melihat Golkar lebih bergigi ke depan.

Kedua, Golkar Makassar kini punya calon ‘Ayam Jago’ yang bisa didorong maju ke medan laga Pilwali Makassar 2024.
Dalam beberapa Pilwali, Golkar Makassar kesulitan menemukan figur kuat yang punya elektabilitas tinggi untuk diandalkan bertarung. Akibatnya, dari Pilwali ke Pilwali mereka terus keok.

Bagaimanapun, posisi Munafri yang menjadi pemenang kedua di Pilwali 2020 lalu, akan menjadi modal besar untuk mencalonkan diri kembali di Pilwali 2024. Salah satu batu sandungan terbesar Munafri dalam dua kali Pilwali di Makassar adalah Dani Pomanto. Namun, ketika DP tak lagi bisa bertarung di 2024, maka kesempatan berikutnya ada pada Munafri Arifuddin. Tanpa menapikan akan adanya figur lain yang muncul belakangan, agaknya sulit untuk tak mengatakan bahwa Munafri jauh lebih berpeluang hari ini dibanding figur lain jika ada kontestasi politik berikutnya di Makassar.

Jika akhirnya memimpin Golkar Makassar, maka Munafri tinggal punya dua tugas utama, yaitu menjaga posisi politik Golkar Makassar dalam mengawal pemerintahan dengan menempatkan partainya sebagai mitra kritis pemerintahan DP Fatma. Selanjutnya, ia tinggal harus terus memperbaharui semangat struktur Golkar yang sebenarnya punya militansi tinggi agar bisa dijalankan sebagai mesin politik menuju Pilwali 2024.

Redaksi

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru