Home / Kriminal / Utama

Rabu, 7 April 2021 - 14:43 WIB

Anak Gubernur dan Dua Kontraktor Ini Giliran Digarap KPK di Kasus NA

  • PERIKSA – Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah, berjalan keluar melewati pintu Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Empat orang lagi diperiksa, Rabu, 7 April 2021 ini. (ANTARA)

CELEBESTERKINI.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjerat Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Keempat saksi tersebut yakni seorang mahasiswa berinisial FFN. Diketahui, FFN adalah putra dari Nurdin Abdullah. Saksi kedua adalah seorang PNS berinisial RR. Dua lainnya adalah kontraktor besar di Sulsel yaitu RAA serta JT. “Hari ini pemeriksaan saksi NA (Nurdin Abdullah) dilakukan di Kantor KPK, Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (7/4/2021), seperti dilansir Merdeka.com.

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik lembaga antirasuah dari para saksi. Namun, belakangan KPK tengah mendalami aliran uang dari dan terhadap Nurdin Abdullah.

KPK menetapkan Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat. Sementara yang dijerat sebagai pemberi adalah Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dengan total sebesar Rp 3,4 miliar. Gratifikasi tersebut diterima Nurdin dari beberapa kontraktor.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) tim penindakan terhadap Nurdin. Dalam OTT tersebut tim penindakan mengamankan uang Rp 2 miliar di sebuah koper di rumah dinas Edy Rahmat.

Tak hanya itu, dalam penggeledahan yang dilakukan beberapa waktu lalu di rumah jabatan dan rumah pribadi Nurdin Abdullah, serta rumah dinas Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel dan Kantor Dinas PUTR, tim penyidik menyita uang sekitar Rp 3,5 miliar. (*/mal)

Share :

Baca Juga

Utama

Istri Menghilang Uang Panaik Melayang

Makassar

Breaking News
Terjadi Kebakaran Hebat di Jalan Kandea

Makassar

Hukum Warga tak Pakai Masker, Rudy: ‘Pamopporang’ka’

Nasional

Dokter Cantik Ini Bilang, Pertengahan 2021 Indonesia Sudah Punya Vaksin Corona Sendiri

SEPUTAR CELEBES

Kabupaten Soppeng -
Cari Pelanggar Prokes, Eh.. Malah Ketemu Pesta Miras

Nasional

#DiRumahAja, Konsultan Ini Sukses Selesaikan 4 Buku

Nasional

Pandemi tak Berujung, Pemerintah Pasang Kuda-Kuda di APBN 2021

Daerah

Petani Garam Meringis, Harga Anjlok Hingga Seperdua
Chat Sekarang
Butuh Bantuan ?
Salam Kami Celebes Terkini.
Apa yang bisa kami bantu ?