Tuesday 27 September 2022
spot_img

AKAR Kembali Bidik Angka ‘Keramat’ 8 Persen, Yakin Segera Keluar dari Tekanan Pandemi

SENTRA UMKM MASJID RAYA SOPPENG – pertumbuhan ekonomi yang menjadi tolak ukur kesejahteraan sebuah daerah, terjun bebas. Di 2019 sempat tertahan di angka 7 persen namun kemudian terdegradasi menjadi 2,9 persen saat mengawali tahun 2020. (ist)

CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng sempat mencengangkan di awal Tahun 2017 hingga awal 2019. Ketika itu, dari posisi 5 persen di awal 2016, daerah ini mencatat pertumbuhan hingga lebih 8 persen di dua tahun berturut-turut, 2017 dan 2018.

Suksesi kepemimpinan hasil Pilkada 2015 yang mendudukkan Bupati Andi Kaswadi Razak (Akar) dan Wakilnya Supriansa, melahirkan efek bagus bagi daerah ini. Berbagai kebijakan keduanya, secara tak langsung menghidupkan berbagai sektor perekonomian sehingga berkontribusi pada tingginya pertumbuhan ekonomi. Kaswadi dan Supriansa menggenjot habis kebijakan di sektor usaha kecil dengan membuka banyak sentra UMKM di Kota Soppeng. Selain itu, mereka mempercantik Kota Watansoppeng dengan membuka lebih banyak ruang-ruang publik. Alhasil, cara itu membuat uang tertahan di Soppeng dan berputar dinikmati warga Soppeng sendiri.

Namun, dalam dua tahun terakhir yaitu 2019 dan 2020, pertumbuhan ekonomi yang menjadi tolak ukur kesejahteraan sebuah daerah, terjun bebas. Di 2019 sempat tertahan di angka 7 persen namun kemudian terdegradasi menjadi 2,9 persen saat mengawali tahun 2020. “Pandemi covid19 membuat semuanya hancur. Ini adalah pengaruh global yang juga kemudian dirasakan juga oleh kami,” kaya Bupati Andi Kaswadi Razak, beberapa waktu lalu.

Namun, Akar tetap optimis. Pasalnya, saat 2020 dimana semua daerah mengalami pertumbuhan minus, justru Soppeng bertahan di angka positif yaitu 2,9 persen. “Itu salah satu pertumbuhan ekonomi terbaik di Sulsel. Ketahanan ekonomi kami ternyata cukup kuat ketika wilayah lain babak belur,” tambahnya.

Maka, Akar kembali menancapkan tekad untuk membuat pertumbuhan ekonomi kembali ke angka ‘keramat’, 8 persen. “Kami tahu caranya dan kami sangat optimis karena warga Soppeng sudah melewati tantangan berat ini dengan baik. Kami optimis kembali ke angka 8 persen, setidaknya di tahun 2024 mendatang,” katanya, ketika berbicara di depan puluhan usahawan Soppeng di Hotel Grand Aisyah, beberapa waktu lalu.

Kaswadi kembali akan membuka sentra ekonomi UMKM lain. Tak hanya di Kota Watansoppeng tetapi juga di beberapa ibukota kecamatan. “Kita optimalkan sentra UMKM Masjid Raya dan juga di nanti di Taman Sutra. Selain itu, kita tumbuhkan sentra baru disejumlah ibukota kecamatan,” ujarnya.

Pengajar ekonomi dan manajemen di Universitas Lamappapoleonro Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, MM, mengatakan cukup optimis dengan target Pemkab Soppeng itu. Hal itu didasari oleh karena stabilisasi sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang terlihat positif. “Mungkin masih akan melambat di 2021 ini, tetapi memasuki tahun 2022 saya pikir akan kembali rebound (pertumbuhan ekonomi). Panen petani kita stabil walau banyak gangguan hama, tetapi anomali cuaca sangat menguntungkan. Hujan datang terus yang berarti panen bisa terus dilakukan,” katanya.

Dr. Nurmal Idrus, MM

Selain itu, Nurmal melihat ada perubahan kebijakan Pemkab terkait penanganan COVID19 yang sempat dikeluhkan sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi. “Sekarang lebih longgar kebijakannya tetapi tetap ketat pada protokol kesehatan, menurut saya itu pilihan terbaik untuk menghindarkan kehancuran ekonomi daerah ini lebih dalam,” ujarnya.

Selain itu, refocussing anggaran ke dana COVID19 juga sudah mulai tertahan. Artinya, berbagai proyek yang tertunda bisa kembali dirancang. “Lebih banyak proyek yang jalan apalagi itu untuk kepentingan masyarakat itu akan lebih baik. Sektor konstruksi adalah penyumbang kedua terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Soppeng,” tambahnya.

Ia mendorong agar Pemkab Soppeng kembali menganggarkan lebih banyak belanja barang dan jasa dengan fokus belanja di Soppeng. “Perlu ada kebijakan agar belanja barang dan juga jasa unit kerja dilakukan di Soppeng saja. Tak apa lebib mahal sedikit tetapi efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi sangat besar,” tambahnya.

Nurmal menyarankan agar Pemkab Soppeng menemukan banyak terobosan sehingga iklim berusaha lebih baik lagi. “Misalnya, berikan insentif pajak yang menarik, kemudahan perizinan usaha, bantuan permodalan dan stimulus khusus untuk pendirian izin membangun. Saya optimis dengan target Pak Bupati itu,” tukasnya. (sah/ren)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Tetap Terhubung

512FansSuka
0PengikutMengikuti
26PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terpopuler

Komentar Terbaru