Connect with us

Daerah

Agar Semua Tahu, Ini Multiflier Effect Festival Gau Maraja La Patau

CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Sebuah gelaran budaya kolosal akan digelar di Bumi La Temmamala, Soppeng, pada tanggal 15 – 18 Juli 2023 mendatang.

Bertajuk Festival Gau Maraja Lapatau Matanna Tikka, ajang ini sebenarnya adalah pertemuan akbar para keturunan langsung Raja Bone dan Soppeng, La Patau Matanna Tikka. Namun karena sang raja adalah milik semua orang, maka dijadikan sebagai festival budaya kolosal.

Ketua Panitia Festival Gau Maraja, Andi Sumange Rukka, mengatakan festival ini akan dikondisikan melahirkan sejumlah efek luar biasa terutama Soppeng. “Kita akan mendorong agar kegiatan banyak mendatangkan keuntungan bagi Soppeng, tak hanya di sektor ekonomi tetapi juga di sektor kehidupan sosial kemasyarakatan dan budaya kita,” katanya.

Akademisi dari Unipol Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, MM, menyebut pemilihan Soppeng sebagai tuan rumah festival adalah sebuah anugerah karena dipastikan akan melahirkan Multiplier effect (efek berganda) terutama dari sisi ekonomi terhadap daerah ini. “Festival ini jelas akan membawa pengaruh yang luas terhadap kegiatan ekonomi. Pengeluaran belanja pemerintah untuk membiayai kegiatan ini misalnya, tak akan rugi karena akan mempengaruhi peningkatan pendapatan bagi warga dan konsumsi dari pendatang. Dalam ekonomi itu disebut multiflier effect,” ujarnya.

Menurut Nurmal, efek ganda kegiatan besar seperti ini sebenarnya sudah bisa dibaca. “Karena ketika orang datang ke sebuah daerah, maka semua kebutuhan hidupnya selama dia tinggal harus terpenuhi. Dimana dia menginap, dimana dia makan dan dimana belanja ole-ole. Kalau untuk pemerintah mungkin tak terlalu kelihatan efek untuk pendapatan daerah, tetapi efek untuk pendapatan ekonomi lokal itu yang sangat besar,” ujar pengajar ekonomi dan manajemen ini.

Meski pelaksanaan acaranya masih beberapa hari ke depan, efek ekonomi acara ini sudah mulai terasa sejak sekarang. Sejumlah penginapan dilaporkan telah full booking bertepatan pada saat acara festival. “Untuk tanggal 15 sampai 18 Juli, kami sudah full pesanan. Itu sudah dipesan sejak sebulan lalu,” kata Desty, staf D’Kayangan Resort, Watansoppeng.

Tak hanya penginapan, kedatangan ratusan hingga ribuan peserta festival bakal menggerakkan berbagai usaha kecil di daerah ini seperti kuliner, kerajinan tangan dan penyewaan kendaraan.

Diketahui, Festival Budaya ini akan digelar disejumlah tempat antara lain di Lapangan Gasis, Lapangan Tennis Mesjid Raya, Villa Yuliana, Gedung Pertemuan Masyarakat Watansoppeng, Rumah Jabatan Bupati dan lainnya, dengan kegiatan mulai dari Kirab Budaya, festival kuliner produk lokal, Jejak Budaya, Seminar Internasional tentang kebudayaan. (sah/ren)

Continue Reading

Trending