Connect with us

Internasional

KABAR DARI TANAH SUCI
3.000 Karyawan dan Karpet Raudhah yang Selalu Berganti Enam Bulan

CELEBESTERKINI.com, Madinah – Masjid Nabawi adalah destinasi utama perjalanan ibadah di tanah suci bagi ummat Islam. Di dalamnya, terdapat makam Nabi Muhammad SAW. Untuk itulah, keagungan dan kemegahannya selalu menjadi sumber inspirasi. Lalu, bagaimana merawat masjid sebesar dan sesakral itu.

Dr. Nurmal Idrus, MM – Madinah

Luas total Masjid Nabawi adalah kurang lebih 165.000 M persegi. Untuk membayangkan luasnya, maka kita bisa mengukurnya dengan melihat luas lapangan Karebosi di tengah Kota Makassar, Sulsel. Bahkan, Nabawi jauh lebih luas. Karebosi, hanya punya luas 112.000 m persegi.

Bisa dibayangkan bagaimana mengelola sebuah properti dengan luas seperti itu. Pasti harus memerlukan manajemen pengelolaan yang rapi dan terstruktur. Pengelolaan Nabawi menjadi semakin sulit karena masjid ini adalah tersuci kedua setelah Masjidil Haram di Makkah, sehingga membuat jutaan ummat muslim dari segala penjuru dunia selalu ingin beribadah di masjid ini.

Saking luasnya, Pemerintah Arab Saudi mengklaim bahwa Nabawi mampu menampung dua juta jamaah dalam satu kali kesempatan ibadah. Itu setara dengan jumlah total penduduk Kota Makassar.

Menteri Keuangan Saudi Ibrahim Al-Assaf, mengatakan gedung masjid mencakup luas 1.060 x 580 meter persegi, dan termasuk pelataran mencapai 1.300 x 785 meter persegi, dengan kapasitas satu juta jemaah di dalam dan 800 ribu orang di pelataran Masjid Nabawi. Menurut laporan Arab News yang mengutip juru bicara masjid Sheikh Abdulwahed Al-hattab, Raja Abdullah meminta pemasangan 250 payung otomatis di area sekitar 143.000 meter. Hal ini dilakukan untuk melindungi jemaah dari sinar matahari atau hujan. Sheikh Hatab mengungkap bahwa lebih dari 3.200 orang bekerja untuk membersihkan masjid.

Beberapa waktu lalu, otoritas Masjid Nabawi memberikan kesempatan kepada sejumlah media dari Indonesia untuk meliput setiap bagian dari masjid yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada 622 Masehi ini.

Direktur Pelayanan Jamaah Masjid Nabawi Ahmad Bin Ali Al Johani kemudian menemui awak media MCH dan memaparkan bagaimana pelayanan yang diberikan Masjid Nabawi kepada para jemaah haji dan umrah. “Karyawan kebersihan sebanyak 3.000 dikerahkan tidak hanya di dalam masjid saja tapi juga toilet, bersihkan lampu-lampu, termasuk membersihkan masjid lama,” ujarnya, Sabtu (17/6/2023) seperti dikutip sejumlah media.

Menurut Ahmad, Masjid Nabawi memiliki 72 mobil pembersih. Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan bagian dalam, bagian atas dan luar masjid. “Masjid Nabawi setiap hari lima kali dibersihkan dengan 3.000 pegawai tadi. Termasuk toilet, ketika orang keluar langsung dibersihkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menjelaskan bagaimana pihaknya membersihkan karpet. Termasuk karpet di Raudhah yang berada di masjid lama. “Setiap 6 bulan sekali khusus Raudhah diganti sama yang baru. Jadi setiap 6 bulan saja digantinya, kalau dicuci dan dikeringkan tetap di sana,” ucapnya.

Begitu juga dengan kubah hijau. Menurut Ahmad, ada program khusus untuk membersihkan kubah hijau. “Termasuk menara masjid dibersihkan setiap minggu, jumlah sebanyak 10 menara yang dibersihkan setiap minggu,” paparnya.

Kasi MCH Daker Madinah Ubaidillah mengapresiasi undangan dari Media Center Masjid Nabawi. Di mana MCH mendapat penjelasan mengenai beberapa pelayanan mulai dari kebersihan, kesehatan, sampai pernak pernik seperti penyediaan kursi untuk lanjut usia (lansia) dan air zam-zam. “Ini merupakan pertama kali kita diundang Biro Pers Masjid Nabawi. Sesuai rencana, hari ini kita diajak keliling Masjid Nabawi oleh Direktur yang bertanggung jawab di bagian internal Masjid Nabawi,” ujarnya.

Dia berharap kerja sama antara kedua belah pihak ini semakin erat ke depannya. “Harapannya ke depan kita bisa tahu lebih banyak tentang sarana dan prasarana Masjid Nabawi. Sehingga kita bisa membuat program layanan yang sama khususnya saat kita melayani jemaah haji Indonesia,” jelasnya.

Pengelolaan Masjid Nabawi memang sangat menakjubkan terutama bagi kita yang dari Indonesia. Soal kebersihan, Nabawi nomor satu. Sulit bagi kita menemukan adanya sampah yang berserakan. Ada ratusan petugas kebersihan yang senantiasa berkeliling mengambil sampah yang tercecer. Meski Madinah berada di tengah Padang pasir, dipastikan kita kesulitan menemukan debu yang menempel disemua property Nabawi.

Yang paling menakjubkan adalah sistem penyejuk ruangan dan sound system Nabawi yang sangat unik. Kedua sistem ini bisa dicoba di masjid-masjid di Indonesia agar bisa maksimal.

Tak sejengkalpun sudut Nabawi yang tak sejuk bagi jamaah. Meski jutaan jamaah berada di dalamnya, sistem penyejuk ruangan tetap stabil. Jika diamati, kondisi itu terjadi karena letak penyejuk ruangan yang berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia. Jika di Indonesia posisi penyejuk ruangan dipasang tinggi-tinggi, maka di Nabawi penyejuk ruangan justru berada di bawah, sejajar dengan lantai. Saluran pendinginnya ditanam di bawah lantai. Posisi di bawah itu membuat hembusan memang kalah maksimal jika di atas, tetapi keuntungannya membuat ruangan shalat menjadi lebih sejuk karena pendingin yang sejajar dengan lantai. Agar hembusan maksimal, maka penyejuk ruangan itu ada di setiap tiang Nabawi.

Untuk sound system, Nabawi juga tak ada duanya. Suara azan, imam shalat, khotbah, seperti bergema di setiap sudut secara seimbang. Hal itu membuat suara azan di Nabawi lebih syahdu dan menggetarkan daripada mesjid lainnya. Kuncinya ada pada penempatan speaker dihampir semua tiang penyangga. Speaker itu kadangkala tak terlihat oleh jamaah yang terheran-heran dengan kejernihan dan ketajaman sound Nabawi. Itu karena speaker Nabawi dipasang di tiang dengan warna yang senada dengan marmer tiang.

Untuk keamanan, Nabawi tak seprotektif Masjidil Haram. Askar yang ditugaskan relatif lebih sedikit dan lebih banyak yang berpakaian preman. Hal itu karena pintu-pintu masuk Nabawi tak sebanyak Haram. Para Askar bisa dengan mudah menutup pintu jika terjadi sesuatu.

Petugas keamanan juga banyak ditempatkan berbaur dengan jamaah. Terutama di area sekitar Raudhah yang banyak jamaah mencoba menerobos.

Kesigapan sistem keamanan Nabawi terlihat pada Senin, 17 Juli 2023, ba’da Dhuhur. Seorang jamaah tib-tiba berteriak-teriak tepat di depan pagar pembatas Raudhah. Tak disangka, sejumlah petugas keamanan sudah berada di sekitarnya dan menenangkannya. (mal)

Continue Reading

Trending